IMQ, Jakarta —
Sentimen positif dari bursa global dan regional akhirnya membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) finish berada di zona positif zona hijau.
"Indeks sepanjang perdagangan akhir pekan ini terus bergerak menguat yang dipicu sentimen positif regional," ujar salah seorang investor ketika berbincang dengan IMQ, Jumat (17/2).
Sementara Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan aroma penguatan indeks telah terasa sejak dimulainya pembukaan sesi perdagangan, dimana penguatan bursa regional seperti Nikkei dan Hangseng ternyata juga menyebar ke bursa Indonesia.
"IHSG menguat ditopang reboundnya saham PT Astra International Tbk (ASII), perbankan dan tambang batubara setelah beberapa hari tertekan aksi jual investor asing yang mengganggap bursa Indonesia sudah premium," ulasnya.
Tercatat seluruh sektor saham mengalami kenaikan, dimana kenaikan terbesar antara lain dipimpin oleh saham sektor aneka industri, keuangan, manufaktur dan pertambangan masing-masing sebesar 2,8%, 1,5%, 1,3% dan 1,1%.
Pada penutupan perdagangan, Jumat (17/2) IHSG ditutup menguat 48,93 poin (1,25%) ke level 3.976,54. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 naik 10,84 poin (1,59%) ke level 692,39.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 132.715 kali pada volume 6,807 miliar lembar saham.
Dimana sebanyak 141 saham naik, sisanya 75 saham turun dan 96 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang mengalami kenaikan signifikan (top gainers) antara lain PT Astra Internasional Tbk (ASII) menguat Rp2.400 menjadi Rp73.900, PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp800 ke level Rp29.600, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menanjak Rp750 menjadi Rp42.400 dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp650 menjadi Rp22.700.
Sedangkan saham yang mengalami penurunan (top loosers) antara lain PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) merosot Rp400 menjadi Rp9.000, PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) turun Rp200 menjadi Rp14.550, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) melorot Rp200 menjadi Rp47.700 dan PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) turun Rp150 menjadi Rp2.000.











