IMQ, Jakarta —
Melihat penutupan indeks Dow Jones dengan kenaikan tajam 123,13 poin, diikuti oleh turunnya The CBOE Volatility Indeks ke level 19 diharapkan dapat menjadi 'angin segar' bagi pergerakan bursa Indonesia pada perdagangan hari ini (17/2).
Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebanyang penguatan Dow Jones dipacu oleh Euro yang menguat atas US Dollar setelah sebuah laporan mengatakan ECB akan menukarkan Obligasi Yunani yang dipegang dengan yang baru sebagai upaya untuk menolong Yunani dengan situasi yang terlilit utang.
"Rencananya Swap akan dilakukan akhir minggu ini (walaupun ECB dan Bundesbank belum resmi menanggapi hal tersebut," kata Edwin dalam risetnya hari ini.
Selain itu, penguatan juga didorong oleh Laporan Klaim Pengangguran Mingguan turun tanpa diduga kelevel terendah 4 tahun terakhirmenjadi 13.000 unit sehingga total sebesar 348.000. Data Pembangunan Rumah baru January naik melebihi harapan semula yakni 1,5% menjaid 699.000 unit.
Disusul oleh Bank Sentral Negara Bagian Philadelphia mengatakan Indeks Aktivitas Bisnis bln February Menguat mjd level 10,2, di atas konsensus ekonom sebesar 9,5. Indeks Harga Produsen (PPI) bln January membukukan kenaikan terbesar 6 bulan terakhir sebear 0,4% setelah di bulan Desember naik 0,3%.
"Melihat kenaikan tajam Dow dan Euro semalam diahrapkan menjadi angin segar bagi IHSG yang dalam beberapa hari sudah terjun bebas," tuturnya.
Penurunan IHSG, sambungnya, dihantam oleh arus jual investor asing atas saham PT Astra Internasional dan saham perbankan. Investor asing mengatakan IHSG sudah premium dan kekhawatiran menurunnya kinerja perbankan Indonesia akibat turunnya dan semakin turunnya BI Rate.
"Kondisi ini menjadikan saham ASII, BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA menjadi sangat aktraktiv dan secara teknikal sudah jenuh jual," ulasnya.
Untuk hari ini, Bursa Indonesia akan diperdagangkan pada kisaran 3.910-3.987. Pola 'black opening marubozu' yang terbentuk atas IHSG mengindikasikan 'bearish continuation'.
Ia merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain Bank Rakyat Indonesia Tbk, Bank Centra Asia, Bank Negara Indonesia Tbk, Summarecon Agung Tbk, Sampoerna Agro Tbk, Bekasi Asri Tbk, Indo Tambangmegah Raya Tbk.











