IMQ, Jakarta —
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menargetkan penjualan 2012 tumbuh hingga 20% atau menjadi sekitar Rp13,08 triliun dibanding perolehan 2011 senilai Rp10,90 triliun.
Direktur Keuangan dan Sekretaris KLBF Vidjongtius mengatakan seiring kenaikan penjualan perseroan juga menargetkan laba bersih naik hingga 10% atau mencapai Rp1,60 triliun dibanding realisasi 2011 sebesar Rp1,46 triliun.
“Untuk 2012, KLBF membidik pertumbuhan penjualan sebesar 15%-20% dengan laba bersih per saham diperkirakan sekitar Rp164 sampai Rp172 yang mencerminkan pertumbuhan sekitar 5%-10% dibandingkan 2011," terangnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/2).
Vidjongtius menambahkan pada 2012 ini, strategi perseroan akan difokuskan untuk mendorong pertumbuhan penjualan yang agresif antara lain meningkatkan efektivitas pemasaran dan penjualan, antara lain melalui branding management dan program pemasaran serta penjualan dan distribusi yang terfokus dan terintegrasi, memperkuat portofolio bisnis melalui inovasi dalam pengembangan produk baru dan akuisisi, memperluas penetrasi pasar baik di Indonesia maupun ASEAN dan memastikan pelaksanaan yang prima melalui pembelajaran yang terus menerus.
“Selain itu pada divisi obat resep, perseroan akan memperkuat eksistensi pada segmen generik,” tambahnya.
Selain pada divisi produk kesehatan, KLBF melanjutkan strategi pengembangan produk baru yang menggunakan bahan alami dan herbal, pada divisi produk nutrisi perseroan akan melanjutkan strategi pengembangan produk baru yang sesuai dengan segmen tertentu dengan mengandalkan sinergi dengan Divisi Obat Resep.
Sedangkan divisi distribusi dan logistik, lanjutnya, perseroan akan melanjutkan rencana ekspansi untuk memperluas jaringan dan memperdalam penetrasi pasar.
“Melalui pelaksanaan strategi ini, kami bertujuan membangun merek global yang memiliki potensi penjualan yang tinggi pada setiap unit bisnis untuk mendukung tercapainya target pertumbuhan yang tinggi dan berkelanjutan,” katanya.











