IMQ, Jakarta —
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan laba bersih 2011 senilai Rp1,46 triliun atau tumbuh 14,06% dibanding periode yang sama 2010 senilai Rp1,28 triliun dengan laba bersih per saham naik 13,86% menjadi Rp156 per saham dari Rp 137 per saham.
Direktur Keuangan KLBV Vidjongtius mengatakan hal ini dipicu penjualan bersih perseroan yang tercatat Rp10,90 triliun atau tumbuh sebesar 6,65% dibandingkan 2010 sebesar Rp 10,22 triliun.
“Dengan dijualnya bisnis kemasan pada awal Agustus 2010, perseroan tidak lagi mencatat kontribusi penjualan dari divisi kemasan pada 2011, dimana jika nilai penjualan bersih divisi Kemasan dikeluarkan dari penjualan bersih 2010 maka perseroan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9%,” terangnya dalam keterangan resmi di Jakarta, kemarin.
Ia menambahkan sejak kuartal IV-2011, terjadi perubahan komposisi segmen usaha dengan meningkatnya kontribusi segmen distribusi dan logistik dengan margin laba kotor yang lebih rendah.
Untuk mengendalikan kemungkinan dampak penurunan margin lanjutnya, perseroan tetap menerapkan pengendalian biaya produksi secara konsisten antara lain melalui “lean manufacturing program” dan perbaikan proses bisnis yang berkelanjutan melalui program “Continuous Improvement” (Conim) untuk mencapai efektivitas dan efisiensi yang lebih baik.
“Kontribusi yang lebih tinggi dari divisi distribusi dan logistik dengan adanya penambahan prinsipal pihak ketiga akan mengubah komposisi bisnis saat ini,” terangnya.
Selain itu lanjutnya, rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada 2011 meningkat menjadi 17,9% dari 17,5%pada tahun sebelumnya, terutama karena dampak peningkatan margin laba kotor.
Beban usaha tercatat relatif stabil sebesar sekitar 33% terhadap penjualan bersih.











