IMQ, Jakarta —
Derasnya tekanan jual sepanjang Kamis (16/2) membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terperosok di zona negatif.
"Pelaku pasar frustrasi dengan penundaan bailout Yunani, sehingga membuat IHSG melemah terus mengalami pelemahan sepanjang perdagangan," ujar salah seorang investor ketika ditemui di Jakarta, Kamis (16/2).
Sementara Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan kejatuhan indeks regional membuat bursa Indonesia tak berdaya pada akhir sesi 2 sehingga turun 25,43 poin.
"Tampaknya persoalan penundaan pencairan bailout Yunani menjadi fokus pelaku pasar dan ini semakin mempercepat kebangkrutan negara tersebut yang mempunyai utang 90 miliar Euro yang akan jatuh tempo pada medio Maret 2012, sehingga dikhawatirkan memporak-porandakan zona Eropa," ujarnya.
Tercatat saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain konsumer, manufaktur dan infrastruktur masing-masing sebesar 1,7%, 1,7% dan 1,2%.
Sementara saham yang mengalami kenaikan hanya sektor keuangan dan properti yaitu masing-masing sebesar 0,8% dan 0,5%.
Pada perdagangan Kamis (16/2), IHSG ditutup turun 25,43 poin (0,64%) ke level 3.927,60. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 melemah 5,64 poin (0,82%) ke level 681,55.
Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 115.817 kali pada volume 4,491 miliar lembar saham.
Sebanyak 84 saham naik, 146 saham turun dan 84 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang mengalami kenaikan (top gainers) antara lain PT Surya Toto Tbk (TOTO) menguat Rp500 menjadi Rp51.000, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp200 ke level Rp15.100 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat Rp100 menjadi Rp6.750.
Sedangkan saham mengalami penurunan (top loser) antara lain PT Astra International (ASII) merosot Rp1.450 menjadi Rp71.500, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melemah Rp1.200 menjadi Rp54.100, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp500 ke level Rp22.050.











