IMQ, Jakarta —
PT Jamsostek Persero menghitung dana yang tidak diketahui pemiliknya mencapai Rp4,9 triliun. Dana ini pun sudah dilaporkan kepada pemegang saham, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kami mengelola dana tak bertuan yang tidak diketahui alamatnya sekitar Rp4,9 triliun," kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/2).
Menurutnya, pemberitahuan kepada pemegang saham dilatarbelakangi audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK menghendaki Jamsostek memberitahukan perihal dana tak bertuan kepada Kementerian BUMN.
"Sebelumnya kami telah melakukan pengumuman ke media-media lokal dan nasional bahwa siapa yang memiliki dana ini. Namun hasilnya hanya sedikit," ungkapnya.
Dalam laporan kepada Kementerian BUMN, pihaknya menghendaki dana tersebut dapat diberikan kepada pemiliknya. Ia mengakui dana ini sudah ada sekitar 33 tahun semenjak Jamsostek berdiri dan tetap diasuransikan di Jamsostek.
"Memang, dana yang baru ketahuan pemiliknya sekitar Rp500 miliar, sisanya Rp4,5 miliar. Ini membutuhkan waktu untuk mencari pemiliknya," tuturnya.
Ia mengharapkan pemilik dana sebesar Rp4,5 triliun ini bisa tuntas sebelum pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).











