IMQ, Jakarta —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan sesi I, Kamis (16/2) terus berada dalam tekanan dan ditutup pada zona merah.
"Minimnya sentimen positif regional dan potensi gagal bayar (default) Yunani membuat indeks terus mengalami pelemahan," ujar salah seorang pelaku pasar kepada IMQ, di Jakarta.
Tercatat hampir seluruh sektor saham mengalami koreksi, dimana sektor penurunan terbesar dipimpin oleh manufaktur, konsumer dan perkebunan masing-masing sebesar 1,3%, 1,1% dan o,7%.
Sementara saham yang mengalami kenaikan hanya berasal dari sektor saham-saham keuangan yaitu sebesar 0,7%.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (16/2) IHSG ditutup turun 21,10 poin (0,53%) ke level 3.931,94. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 merosot 4,35 poin (0,63%) ke level 682,839.
Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 57.070 kali pada volume 1,955 miliar lembar saham.
Sebanyak 69 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 87 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang mengalami kenaikan (top gainers) antara lain PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik Rp250 menjadi Rp10.350, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat Rp250 menjadi Rp41.900 dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp100 ke Rp6.750.
Sedangkan saham yang mengalami penurunan (top losers) antara lain PT Astra Internasional (ASII) merosot Rp1.300 ke level Rp 71.650, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) anjlok Rp600 menjadi Rp54.700 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp 400 menjadi Rp 47.500.











