IMQ, Jakarta —
Sepanjang 2011, Kementerian BUMN menghitung laba setelah pajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan meningkat 24,98% menjadi Rp4,21 triliun dibanding dengan periode tahun sebelumnya Rp3,37 triliun. Hanya satu PTPN yang masih membukukan kerugian, yakni PTPN XIV Persero sekitar Rp113,38 miliar.
Berdasarkan data Kementerian BUMN PTPN yang mencatatkan laba terbesar masih dipimpin oleh PTPN III Persero dengan capaian Rp1,263 triliun. Sementara laba terkecil disumbang oleh PTPN IX Persero sekitar Rp593 juta. Laba BUMN perkebunan termasuk RNI Persero.
Menurut Asisten Deputi Menteri BUMN bidang Industri Primer III Muhammad Zamkhani, pertumbuhan laba ini disumbang oleh komoditas yang dihasilkan, terutama kelapa sawit dan karet. Tahun lalu, produksi kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sebanyak 2,91 juta ton.
Rendemen CPO rata-rata BUMN perkebunan sekitar 22,95%. Untuk rendemen tertinggi dicapai oleh PTPN III sekitar 24,16%. Sementara produktivitas tandan buah segar (TBS) per hektar, rata-rata BUMN perkebunan tahun 2011 sebanyak 19,39 juta ton per hektar. Produktivitas tertinggi dipegang oleh PTPN IV, yakni sebanyak 23,90 ton per hektar.
Untuk komoditas karet, produksinya sepanjang 2011 sebanyak 222.107 ton. Produktivitas per Ha karet kering tahun 2011 BUMN perkebunan sekitar 1,36 ton per hektar. Produktivitas tertinggi untuk tahun itu adalah produktivitas PTPN III, yakni sebanyak 1,62 ton per hektar.
"Rata-rata produktivitas CPO BUMN Perkebunan masih di bawah swasta, namun produktivitas PTPN III dan PTPN IV, khususnya CPO per hektar pada dasarnya baik dan tidak kalah dengan perkebunan swasta asing," Kata Zamkhani dalam dokumen Kementerian BUMN untuk BUMN karet dan kelapa sawit.
Bika dibandingkan dengan Socfind dan PT PP London Sumatera Plantation, rata-rata produktivitas karet BUMN Perkebunan masing-masing di atas kedua perusahaan tersebut. PTPN III Persero tercatat sekitar 1,61 ton per hektar, sedangkan Lonsum dan Socfind masing-masing 1,47 ton per hektar dan 1,46 ton per hektar.
Sepanjang 2011, sejumlah PTPN melakukan sinergi, antara lain PTPN I melakukan kerjasama dengan PTPN III untuk pengelolaan komoditi karet dan sawit, di kebun Karang Inong dan Jeluk Rayeu Selaan, serta melakukan kerjasama dengan PTPN IV untuk pengelolaan komoditi karet.
Selain itu, PTPN II juga melakukan kerjasama dengan pihak ke III (Kuala Lumpor Kepong, Bhd), melalui pemebntukan anak perusahaan PT LNK (Langkat Nusnatara Kepong) untuk pengelolaan komoditi karet dan sawit di Distrik Rayon Tengah, melakukan rightsizing lahan tembakau.
Serta PTPN XIV melakukan KSO pengelolaan pabrik gula bersama PT RNI dan PG Takalar dan PTPN X di PG Bone dan PG Caming.











