IMQ, Jakarta —
Sebagai salah satu institusi keuangan terbesar di Indonesia, PT Bank danamon Indonesia Tbk (BDMN) terus berkembang menjadi salah satu penopang bisnis perbankan di Indonesia dalam melayani pemenuhan kebutuhan masyarakat pada seluruh segmen.
Seiring dengan pengembangan jaringan distribusi, saat ini perseroan menjadi salah satu pemilik jaringan layanan terluas di Indonesia meliputi sekitar 2.500 kantor cabang, 800 ATM, layanan internet dan mobile banking serta call center.
Terkait hasil kinerja sepanjang 2011 perseroan berhasil meraup laba bersih setelah pajak konsolidasi (NPAT) senilai Rp3,33 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 2,883 triliun.
Peningkatan NPAT ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat pada segmen mass market dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta pertumbuhan dalam fee income.
Danamon juga berhasil melaksanakan penawaran saham terbatas (rights issue) pada 2011, yang menguatkan permodalan untuk melanjutkan perkembangan bisnisnya.
Untuk total kredit hingga 2011 tercatat mencapai Rp101,7 triliun atau meningkat 23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp82,7 triliun.
Kredit kepada segment mass market, yang mencakup kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market) dan pembiayaan syariah beragun emas, mencatat pertumbuhan sebesar 26% mencapai Rp 59,252 triliun atau 58% dari total portofolio kredit Danamon.
Sementara itu untuk kredit UKM dan Komersial yang melayani nasabah berukuran sedang (mid-size) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 23% hingga mencapai Rp 24 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 24% dari total kredit.
Kredit UKM tumbuh 27% hingga Rp 14,2 triliun, sementara kredit komersial mencatatkan pertumbuhan sebesar 19% hingga mencapai Rp 10 triliun.
Lebih lanjut, pembiayaan yang disalurkan oleh unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon, yang menawarkan pembiayaan alat berat, sebagian besar adalah kelompok nasabah menegah dalam bidang usaha pertambangan dan agrobisnis mencapai pertumbuhan kredit sebesar 59% atau mencapai Rp 4,57 triliun.
Dalam pengembangan bisnisnya ke depan pada 2012 ini perseroan melanjutkan upaya untuk memperluas jaringan fisik layanannya, dimana akan melakukan penambahan 300 lokasi baru untuk melayani nasabah pada berbagai segmen termasuk sekitar 150 unit Solusi Emas Syariah, 112 outlet baru untuk Adira Finance dan 59 outlet baru untuk Adira Kredit.
Dalam melengkapi perluasan jaringannya perseroan telah melakukan pengembangan lebih lanjut atas layanan internet dan mobile bankingnya.
Analis eTrading Securities, Muhammad Wafi dalam risetnya mengungkapkan pertumbuhan laba bersih emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) berkode saham BDMN ini tergolong baik karena berada diatas estimasi semula.
“Pertumbuhan industri kredit yang diperkirakan semakin naik menyusul semakin rendahnya tingkat suku bunga bank sentral pada tahun ini tentunya akan semakin membuat prospek bisnis Danamon semakin baik,” ujarnya.
Namun, meski demikian tentu saja ada tantangan mengenai ketersediaan dana untuk melakukan pembiayaan dikarenakan sektor perbankan akan sedikit mengalami kesulitan dalam memperoleh pendanaan menyusul turunnya tingkat bunga bank sentral tersebut.
Untuk pergerakan saham perseroan menurutnya, saat ini diperdagangkan pada PE 16.62x dengan PE industri 15.30x.
Berdasarkan konsensus analis merekomendasikan beli untuk saham BDMN dengan target harga rata-rata Rp5.023 per lembar sahamnya.
Pada penutupan perdagangan Rabu (15/2), saham BDMN berada pada level Rp4.475 per saham dengan volume transaksi 4,08 juta lembar saham senilai Rp18,44 miliar.











