IMQ, Jakarta —
Emas berjangka menutup perdagangan Rabu (15/2) di zona positif, sekaligus mengakhiri pelemahan dalam tiga sesi terakhir. Pemacu kenaikan harga emas ini adalah berlanjutnya ketidakpastian masa depan Yunani.
Situasi yang tak pasti, terutama terkait dengan pengucuran dana talangan dari Uni Eropa yang belum mendapat persetujuan dari para menteri keuangan zona euro tersebut, membuat Yunani berpotensi besar mengalami gagal bayar atas obligasinya yang akan jatuh tempo medio Maret mendatang.
"Waktunya terbatas untuk menghindarkan meluasnya krisis utang zona euro ini dari Yunani ke negara-negara lain dengan dampak yang lebih besar, seperti Portugal, Spanyol dan Italia, dan sebagian besar upaya sudah dilakukan untuk mengatasi krisis ini," kata Jeff Wright, analis logam mulia dari Global Hunter Securities.
Emas untuk pengiriman April ditutup menguat di level US$1.728,10 per ons, atau naik sebesar US$10,40 di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.











