IMQ, Jakarta —
Golden Agri Resources Limited (GAR) dan anak perusahaannya, termasuk PT SMART Tbk, meluncurkan Kebijakan Peningkatan Produktivitas (KPP) yang memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan hasil produksi CPO perusahaan per satu hektar lahan.
Peningkatan produktivitas akan memungkinkan GAR untuk memproduksi lebih banyak minyak sawit dari lahan yang lebih sedikit, dan mengurangi dampak industri minyak sawit terhadap lingkungan.
"Hasil panen yang lebih tinggi juga akan membantu meningkatkan penghidupan petani plasma, dan saat yang sama mengurangi tenanan terhadap pembukaan lahan baru," kata Direktur Utama SMART Daud Darsono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/2).
GAR bekerja sama dengan The Forest Trust dalam menyusun KPP dan kebijakan ini berlaku untuk seluruh lahan yang dibudidayakan GAR, yaitu 442.500 hektar per 31 Desember 2010, yang mencakup lahan seluas 90.300 hektar dengan total petani plasma 61.000 orang.
Di industri minyak sawit GAR telah memimpin produktivitasnya. Untuk tahun 2015 perusahaan mencanangkan pencapaian hasil rata-rata panen CPO 5,8 ton per hektar dan 5,6 ton per hektar dari pohon kelapa sawt remaja berusia 7-18 tahun, masing-masing untuk kebun perusahaan dan kebun petani plasma.
Hal itu merupakan peningkatan 12% dari hasil penan rata-rata CPO yang dicatat GAR dan petani plasma Indonesia pada 2010. Hasil panen CPO rata-rata industri maupun petani plasma Indonesia tahun 2010 masing-masing 3,8 ton per hektar dan 3,4 ton per hektar.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas minyak sawit, sehingga penggunaan lahan dapat lebih efektif," tuturnya.
Hal ini merupakan faktor kunci dalam memastikan pertumbuhan jangka panjang industri minyak sawit dan meningkatan kelestarian. Dengan fokus pada titik tolak yang sama dan proses terbuka yang melibatkan pemangku kepentingan, perseroan dapat memastikan dialog konstruktif untuk mengembangkan solusi bagi produksi minyak sawit yang lestari.











