IMQ, Jakarta —
Perusahaan pelayaran PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) pada tahun ini berencana melakukan pembayaran sebagian utang yang akan jatuh tempo senilai US$20 juta atau sekitar Rp48,73 miliar.
Finance and Accounting Director APOL Andrew Hardi Hanubrata mengatakan dana pembayaran utang ini akan didanai dari kas perseroan, di mana utang ini terdiri dari obligasi Dolar AS, utang modal kerja, bunga obligasi perseroan dan utang lainnya.
"Pembayaran utang memang telah dijadwalkan sesuai dengan composition plan yang telah dibuat dalam program restrukturisasi," terangnya di Jakarta, Rabu (15/2).
Sementara Presiden Direktur APOL Oentoro Surya mengatakan pihaknya baru saja menyelesaikan proses penjadwalan kembali utang yang dengan beberapa kreditur melaui pembelian kembali utang (buyback) senilai US$67,9 juta.
Setelah buyback tersebut, utang yang terdiri dari utang modal kerja turun dari Rp551,3 miliar menjadi Rp328,8 miliar, utang derivatif turun dari Rp457,6 miliar menjadi Rp311,9 miliar.
Kemudian, utang obligasi dan hutang yang dijamin turun dari Rp4,071 triliun menjadi Rp3,823 triliun.
Dengan selesainya proses buyback pada 30 Juni 2012, total kewajiban perseroan saat ini tersisa sekitar Rp4,464 triliun.
"Penurunan jumlah utang dapat meringankan beban perseroan dalam menjalankan usaha dalam kondisi yang fluktuatif saat ini," terangnya.











