IMQ, Jakarta —
Kenaikan saham-saham properti, pertambangan dan perkebunan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang penutupan Rabu (15/2), berhasil melepaskan diri dari zona merah.
"Meski bergerak mixed dan sempat mengalami koreksi, namun IHSG berhasil menguat jelang penutupan," ujar salah seorang pelaku pasar ketika berbincang dengan IMQ di Jakarta, Rabu (15/2).
Kenaikan indeks tersebut ditopang oleh melajunya saham-saham properti, pertambangan dan perkebunan masing-masing sebesar 1,6%,1% dan 0,5%.
Pada penutupan perdagangan Rabu (15/2), IHSG menguat tipis 0,22 poin (0,01%) ke level 3.953,05. Sedangkan indeks saham unggulan LQ 45 merosot 0,97 poin (0,14%) ke level 3.953,04.
Perdagangan berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 142.287 kali pada volume 3,555 miliar lembar saham.
Sebanyak 129 saham naik, sisanya 86 saham turun dan 103 saham tidak bergerak (stagnan).
Saham yang mengalami kenaikan (top gainers) antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang menguat Rp1.100 ke level Rp 41.650, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp600 menjadi Rp47.900 dan PT Gudang Garam Tbk(GGRM) naik Rp500 ke level Rp55.300.
Sedangkan saham yang mengalami penutupan (top losers) antara lain PT Astra International Tbk (ASII) merosot Rp750 menjadi Rp72.950, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) merosot Rp350 ke level Rp17.450 dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) terkoreksi Rp200 menjadi Rp14.900.











