IMQ, Jakarta —
PT Perkebunan Nusantara VII Persero menargetkan perolehan dana penawaran umum saham perdana (initial public effering/IPO) sekitar Rp1,5 triliun. Rencananya, perseroan melepas 30% saham ke publik.
"Kita menargetkan dana IPO sebesar Rp1,5 triliun," kata Direktur Operasi PTPN VII Mardjan Ustha saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/2).
Menurutnya, pelepasan saham perdana ini masih menunggu pembentukan induk perusahaan (holding) BUMN perkebunan yang diharapkan efektif pada Maret 2012. Setelah holding BUMN perkebunan terbentuk maka PTPN VII akan mempersiapkan dokumen pendaftaran IPO.
Sebelumnya, ia mengakui PTPN VII pernah berkeinginan melaksanakan penawaran saham perdana pada 2010 silam. Namun, terkendala oleh pembentukan holding tersebut.
"Target kita IPO semester II tahun ini, setelah selesai holding," tuturnya.
Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah mengungkapkan rencana penawaran saham perdana PTPN VII masih direvaluasi. Sebab, revaluasi aset perusahaan akan menentukan layak atau tidaknya perusahaan untuk IPO.
"Kita akan revaluasi dahulu. Dan, bila holding BUMN perkebunan bisa mencukupi kebutuhan PTPN VII, untuk apa IPO," kata Dahlan waktu itu.
PTPN VII bergerak di bidang usaha agribisnis perkebunan dengan komoditas karet, kelapa sawit, teh, dan tebu. Usaha ditumbuhkan dengan jalan mengembangkan operasi berbasis bisnis inti yang mengarah ke integrasi vertikal.











