IMQ, Jakarta —
Kementerian BUMN mengungkapkan 10 pabrik gula (PG) yang terdapat di tiga BUMN perkebunan mengalami kesulitan pada tahun ini. Mereka adalah enam PG di PTPN IX, tiga PG di PTPN XI dan satu PG di PT RNI Persero.
"Seelah diadakan diskusi antara PG yang berkinerja baik dengan PG yang mengalami kesulitan, maka dari 22 PG tersebut, terdapat 12 PG yang sanggup keluar dari masalah di tahun ini dan sisanya 10 PG yang dirasa tetap sulit mencapai target," kata Asisten Deputi Industri Primer III Muhammad Zamkhani dalam RPD Komisi VI DPR RI bersama tujuh BUMN Gula, Rabu (15/2).
Ia mengakui kesulitan ini dipicu oleh komposisi varietas kemasakan tanaman yang belum ideal, kekurangan bahan baku tebu, serta efisiensi PG yang rendah sebab kondisi mesin sudah tua, yang mayoritas peninggalan Belanda.
"Kami akan melakukan pertemuan kembali antara Kementerian BUMN dan 10 PG yang masih mengalami kesulitan tersebut guna mencarikan jalan keluarnya," tuturnya.
Direktur Utama XI Irwan Basri mengakui enam PG ini cukup menghambat produktivitas perseroan pada tahun ini. Untuk itu, ia mengharapkan pemerintah segera mencarikan jalan keluar agar perseroan dapat menggenjot produktivitas gulanya.
"Kami mengharapkan ada PG yang bagus sehingga produktivitasnya dapat digenjot," kata Irwan Basri.
Tahun ini, PTPN XI akan melakukan penataan varietas mengarah porposi masa awal tengah dan akhir di mana komposisinya 30%-40%-30% dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
PTPN XI memperkirakan luas areal sekitar 35.186 hektar dengan produksi tebunya sekitar 26,282 juta ton, di mana tingkat produktivitasnya 747 ton per hektar, sedangkan rendemen 7,96%.
PTPN VII memproyeksikan luas areal tahun mendatang sekitar 29.088 hektar di mana produksi tebu diperkirakan sebanyak 2,275 juta ton dengan produktivitas tebunya sekitar 78,2 ton per hektar. Rendemen sekitar 8,7% dengan kapasitas PG 12.500 TCD.
RNI tahun ini menargetkan luas areal sekitar 68.548 hektar dengan produksi tebu 5,894 juta ton di mana tingkat produktivitasnya 86 ton per hektar. Rendemen 7,3%.











