IMQ, Jakarta —
Emas berjangka ditutup melemah, Selasa (14/2), yang merupakan pelemahan kali ketiga berturut-turut dalam tiga sesi perdagangan terakhir. Jatuhnya harga emas ini akibat menguatnya dolar AS.
Melemahnya penjualan ritel AS yang di bawah ekspektasi dan ketidakpastian terhadap apakah Yunani akan segera mendapatkan dana talangan, ternyata tak mampu mendorong penguatan emas.
Emas untuk pengiriman April turun US$7,20, atau 0,4%, menjadi US$1.717,70 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.
Dalam perdagangan Selasa, emas sempat menyentuh level tertinggi di US$1.729,90 dan terendah di US$1.713,80. Selama tiga sesi terakhir, harga emas sudah anjlok sebesar lebih dari US$23 per ons.
“Kami melihat emas bereaksi terhadap dolar, yang menguat tipis pagi ini, tapi ketika dolar itu terus menguat, kami melihat terjadinya aksi jual emas,” kata Tom Essaye, editor dari 7:00’s Report.
Indeks dolar diperdagangkan di posisi 79,485, naik dari 78,963 dalam perdagangan di Amerika Utara, Senin (14/2).
Sementara perak juga ditutup melemah, yaitu untuk kontrak Maret turun 37 sen, atau 1,1%, menjadi US$33,35 per ons. Tembaga untuk kontrak Maret turun 2,5 sen menjadi US$3,82 per pons.
Kemudian platinum untuk kontrak April melemah US$21,70 menjadi US$1.628 per ons, sedangkan palladium untuk kontrak Maret berakhir di US$687,25 per ons, atau turun US$11,30.











