IMQ, Jakarta —
Aksi penurunan rating yang dilakukan lembaga pemeringkat Fitch Rating atas 4 perbankan besar di Spanyol dan S&P juga menurunkan 15 perbankan serta Moody's mendowngrade 1 level Italia, Slovakia, Slovenia dan Malta menjadi faktor negatif bagi pergerakan bursa regional termasuk bursa Indonesia.
“Mengikuti Wall Street, indeks juga terhalang kenaikannya dan harus berakhir pada zona merah,” ujarnya Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Selasa (14/2)
Selain itu, lanjutnya, pergerakan indeks juga dipengaruhi ancaman Moody's mendowngrade rating "AAA" negara-negara seperti Prancis, Inggris dan Austria.
“Pengaruh ini tentunya memberikan faktor negatif bagi pergerakan indeks,” terangnya.
Pada penutupan perdagangan Selasa (14/2), IHSG turun 9,08 poin (0,23%) pada level 3.952,82. Sedangkan indeks saham unggulan LQ45 turun turun 2,05 poin (0,3%) ke level 688,17.
Untuk sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah keuangan sebesar 1,5%, disusul oleh pertambangan 0,2%. Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan dipimpin oleh properti dan infrastruktur yang mencatat kenaikan terbesar, masing-masing 1,1% dan 0,4%.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 107.579 kali pada volume 3,622 miliar lembar saham. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 126 saham turun dan 81 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang mengalami kenaikan (top gainers) antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp700 ke level Rp40.550, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp350 menjadi Rp73.700, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp300 ke level Rp17.800 dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) meningkat Rp650 menjadi Rp9.400.
Sedangkan saham yang turun (top losers) antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok Rp500 menjadi Rp36.950, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot Rp200 ke level Rp7.400 dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp200 ke level Rp54.800.











