Search:
Thursday, May-24 2012 09:34 WIB
  • AGRI 2,068.570 -16.550 (-0.794%)
  • BASIC-IND 420.090 0.210 (0.050%)
  • BISNIS-27 331.560 -0.590 (-0.178%)
  • COMPOSITE 3,976.830 -4.750 (-0.119%)
  • CONSUMER 1,445.290 1.650 (0.114%)
  • DBX 595.730 1.090 (0.183%)
  • FINANCE 496.170 -1.080 (-0.217%)
  • IDX30 339.750 -0.720 (-0.211%)
  • INFRASTRUC 774.680 -3.700 (-0.475%)
  • ISSI 132.490 -0.180 (-0.136%)
  • JII 544.220 -1.230 (-0.226%)
  • KOMPAS100 878.090 -1.430 (-0.163%)
  • LQ45 672.640 -1.250 (-0.185%)
  • MANUFACTUR 1,020.330 0.700 (0.069%)
  • MBX 1,133.240 -1.860 (-0.164%)
  • MINING 2,227.390 7.970 (0.359%)
  • MISC-IND 1,239.520 0.280 (0.023%)
  • PEFINDO25 461.530 0.580 (0.126%)
  • PROPERTY 291.430 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 204.970 -0.590 (-0.287%)
  • TOTAL_MARKET 3,976.830 -4.750 (-0.119%)
  • TRADE 694.010 -2.040 (-0.293%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • AALI 18,200 -150 (-0.82%)
  • ADES 1,250 0 (0.00%)
  • ADHI 1,040 -10 (-0.95%)
  • ADMG 450 5 (1.12%)
  • ADRO 1,660 10 (0.61%)
  • AISA 620 10 (1.64%)
  • AKRA 3,625 0 (0.00%)
  • ANTM 1,400 -20 (-1.41%)
  • ASIA 52 2 (4.00%)
  • ASII 67,800 50 (0.07%)
  • ASRI 570 0 (0.00%)
  • BBCA 7,450 0 (0.00%)
  • BBKP 640 -10 (-1.54%)
  • BBNI 3,825 0 (0.00%)
  • BBRI 5,900 -50 (-0.84%)
  • BDMN 5,700 50 (0.88%)
  • BHIT 445 0 (0.00%)
  • BIPI 195 0 (0.00%)
  • BIPI-W 48 0 (0.00%)
  • BJBR 970 0 (0.00%)
  • BKSL 280 5 (1.82%)
  • BMRI 7,000 -50 (-0.71%)
  • BMTR 1,600 -10 (-0.62%)
  • BNBR 50 0 (0.00%)
  • BNBR-W 1 0 (0.00%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • BORN 700 0 (0.00%)
  • BRAU 420 0 (0.00%)
  • BRMS 560 0 (0.00%)
  • BSDE 1,290 10 (0.78%)
  • BTEL 225 -10 (-4.26%)
  • BTON 950 30 (3.26%)
  • BULL 75 0 (0.00%)
  • BULL-W 10 -1 (-9.09%)
  • BUMI 1,770 10 (0.57%)
  • BWPT 1,210 -10 (-0.82%)
  • CFIN 460 0 (0.00%)
  • CMNP 2,200 25 (1.15%)
  • CNKO 161 0 (0.00%)
  • COWL-W 2 1 (100.00%)
  • CPIN 2,700 0 (0.00%)
  • CSAP 260 0 (0.00%)
  • CTRS 1,970 20 (1.03%)
  • DEWA 64 0 (0.00%)
  • DILD 360 5 (1.41%)
  • DKFT 1,630 30 (1.88%)
  • DOID 450 10 (2.27%)
  • ELSA 198 0 (0.00%)
  • ELTY 104 0 (0.00%)
  • ENRG 163 2 (1.24%)
  • ENRG-W 30 0 (0.00%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • ETWA 415 0 (0.00%)
  • EXCL 5,700 0 (0.00%)
  • FREN 108 2 (1.89%)
  • GGRM 60,050 100 (0.17%)
  • GREN-W 11 0 (0.00%)
  • GTBO 2,600 75 (2.97%)
  • GZCO 275 -5 (-1.79%)
  • HDFA 295 0 (0.00%)
  • HRUM 6,300 0 (0.00%)
  • IDKM 4,550 75 (1.68%)
  • IMAS 16,700 -100 (-0.60%)
  • INCO 2,500 0 (0.00%)
  • INDF 4,800 25 (0.52%)
  • INDS 5,000 0 (0.00%)
  • INDY 1,960 30 (1.55%)
  • INTA 780 20 (2.63%)
  • INTP 17,850 0 (0.00%)
  • ITMG 35,250 -100 (-0.28%)
  • JSMR 5,100 50 (0.99%)
  • KAEF 540 0 (0.00%)
  • KBRI-W 1 0 (0.00%)
  • KIJA 220 0 (0.00%)
  • KKGI 5,250 0 (0.00%)
  • KLBF 3,925 25 (0.64%)
  • KRAS 720 -10 (-1.37%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • LCGP 112 4 (3.70%)
  • LMPI 290 5 (1.75%)
  • LPCK 3,600 25 (0.70%)
  • LPKR 800 -10 (-1.23%)
  • LSIP 2,400 -25 (-1.03%)
  • MAPI 7,000 50 (0.72%)
  • MBSS 1,270 0 (0.00%)
  • MDLN 465 -5 (-1.06%)
  • MEDC 1,890 -10 (-0.53%)
  • META 260 5 (1.96%)
  • MITI 94 1 (1.08%)
  • MNCN 1,980 -10 (-0.50%)
  • MTLA 430 -5 (-1.15%)
  • MYOH 1,320 30 (2.33%)
  • MYRX 240 -5 (-2.04%)
  • NIKL 265 0 (0.00%)
  • PGAS 3,875 25 (0.65%)
  • PNLF 143 2 (1.42%)
  • PTBA 16,850 350 (2.12%)
  • PUDP 780 0 (0.00%)
  • RALS 1,000 0 (0.00%)
  • RODA 380 0 (0.00%)
  • SGRO 2,625 -75 (-2.78%)
  • SMGR 11,350 50 (0.44%)
  • SMRA 1,590 0 (0.00%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • SSIA 1,040 20 (1.96%)
  • TBIG 3,050 0 (0.00%)
  • TINS 1,460 -10 (-0.68%)
  • TLKM 7,600 -150 (-1.94%)
  • TMPI 153 1 (0.66%)
  • TMPI-W 2 1 (100.00%)
  • TRAM 850 -20 (-2.30%)
  • TURI 820 0 (0.00%)
  • UNSP 260 -10 (-3.70%)
  • UNTR 25,150 -350 (-1.37%)
  • UNVR 21,100 -100 (-0.47%)
  • WIKA 990 -20 (-1.98%)
Direksi Djakarta Lloyd Pasrah Dilikuidasi
Published: 14 Feb 2012 13:57 WIB


IMQ, Jakarta —  Direktur Utama Djakarta Lloyd Syahril Gaparin mengakui pasrah bila perusahaan yang baru digawanginya itu dilikuidasi oleh negara. Namun, ia mengharapkan pemerintah dapat melakukan restrukturisasi secepatnya terhadap BUMN pelayaran tersebut.

"Kami sih mau mempertahankan perusahaan, namun bila pemerintah berniat melikuidasi ya ikut saja," kata Syahril usai Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama Kementerian BUMN dan Djakarta Lloyd di gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/2).

Saat ini, lanjutnya, perusahaan tidak dapat memproduksi apapun karena terkendala ketidaktersediaan dana. Dengan kondisi ini, karyawan Djakarta Lloyd belum mendapatkan haknya berupa gaji selama tiga bulan.

"Semenjak saya jadi dirut Januari 2011 lalu, karyawan belum digaji tiga bulan," paparnya.

Sementara Deputi Menteri BUMN bidang Industri Manufaktur dan Infrastruktur Sumaryanto Widayatin mengungkapkan tengah mengajukan kesepakatan dengan PKPU.

"Jalan keluarnya melalui PKPU dan kalau tidak terjadi kesepakatan, maka lebih baik dilikuidasi," ujar Sumaryanto saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/2).

Para kreditur Djakarta Lloyd, yakni kreditur pemegang surat utang jangka menengah (medium-term note/MTN) memilih jalur hukum dan sangat menganggu jalannya operasional dan kelangsungan usaha perseroan. Salah satunya adalah tuntutan dari Indover Bank yang sudah sampai tingkat kasasi sejak Februari 2011, namun belum ada putusannya.

Untuk penyelesaian PKPU dengan asumsi yang digunakan adalah pendapatan perseroan dari proyek sinergi BUMN dengan PT Krakatau Steel, PT PLN Persero, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT Pertamina Persero dengan nilai kontrak Rp629,96 miliar dan marjin 10%.

Bila pelunasan pokok utang adalah sebesar Rp1,27 triliun, maka perkiraan jangka waktu penyelesaian adalah 20 tahun, sedangkan dengan pokok utang SLA Rp3,58 trliun, maka diperkirakan penyelesaian utang pokoknya kurang lebih 57 tahun.

Sementara opsi likuidasi adalah menjual seluruh aset perusahaan dengan prioritas pembayaran kepada karyawan, pajak, dan kreditur. Dengan total aset Rp1,12 triliun (audited 2007), maka nilai likuidasinya sekitar Rp282,49 miliar dan total kewajiban sebesar Rp3,58 triliun.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS