IMQ, Jakarta —
Laba bersih (unaudited) seluruh anak usaha PT Pertamina (Persero) hingga akhir Desember 2011 mencapai Rp25,01 triliun atau 118% dari target dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2011 yang senilai Rp21,16 triliun.
Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan perolehan laba bersih (unaudited) anak usaha ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan laba bersih (unaudited) konsolidasi perseroan yang mencapai sekitar Rp20,7 triliun.
“Hampir seluruh anak usaha perseroan mampu membukukan laba bersih, bahkan 13 dari 18 anak usaha ini berhasil melampaui target laba bersih yang ditetapkan dalam RKAP 2011, yang secara keseluruhan ditarget Rp21,16 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/2).
Harun menambahkan anak usaha perseroan seperti PT Pertamina EP, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina EP Cepu, PT Pertagas, PETRAL, PT Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, PT Pertamina Retail, PT Pertamina Dana Ventura, PT Pertamina Bina Medika, PT Patra Jasa dan PT Pertamina Training & Consulting merupakan 13 anak perusahaan yang mencapai target.
Pencapaian laba bersih terbesar adalah dari anak usaha sektor hulu sebesar Rp24,01 triliun atau mencapai 96% dari total laba bersih seluruh anak perusahaan.
Adapun pencapaian laba bersih anak usaha sektor hilir mencapai Rp702 miliar, sedangkan laba bersih unaudited anak perusahaan non-core mencapai Rp293 miliar.
Tingginya laba bersih ini ditunjang oleh pendapatan operasi anak usaha selama 2011 (unaudited) sebesar Rp371,17 triliun.
Anak usaha sektor hulu menyumbang sebesar Rp72,11 triliun, pendapatan operasi anak perusahaan hilir sebesar Rp296,01 triliun, sedangkan anak usaha non-core sebesar Rp3,05 triliun.
“Realisasi EBITDA untuk anak usaha sektor hulu sebesar Rp46,11 triliun atau mencapai 102% dari RKAP 2011, anak usaha sektor hilir Rp926,78 milyar sudah mencapai 144% dari RKAP 2011, sedangkan anak perusahaan non-core baru mencapai Rp623,88 miliar,” jelasnya.











