Search:
Thursday, May-24 2012 09:25 WIB
  • AGRI 2,085.120 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 419.880 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 332.150 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,443.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 594.640 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 497.250 0.000 (0.000%)
  • IDX30 340.470 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 778.380 0.000 (0.000%)
  • ISSI 132.670 0.000 (0.000%)
  • JII 545.450 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 879.520 0.000 (0.000%)
  • LQ45 673.890 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,019.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,135.100 0.000 (0.000%)
  • MINING 2,219.420 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,239.240 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 460.950 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 291.430 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 205.560 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • TRADE 696.050 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • BNBR-W 1 0 (0.00%)
  • COWL-W 2 1 (100.00%)
  • KBRI-W 1 0 (0.00%)
  • TMPI-W 2 1 (100.00%)
Industri Pasar Modal Dorong Percepatan Infrastruktur
Published: 14 Feb 2012 11:13 WIB


istimewa
IMQ, Jakarta —  Industri pasar modal mampu berkontribusi dalam mendorong percepatan pertumbuhan infrastruktur di Indonesia.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo mengatakan pihaknya melihat industri pasar modal ini berkemampuan untuk mendorong pembangunan infrastuktur karena mampu menyediakan solusi pembiayaan jangka panjang dan berbiaya rendah dengan cepat, baik melalui penerbitan obligasi maupun penawaran sebagian saham ke publik.

"Kami akan mendorong industri pasar modal untuk mengambil peran yang lebih besar, termasuk aktif mengedukasi stakeholders mengenai pentingnya pengembangan infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/2).

Sementara Chief Economist Mandiri Group, Destry Damayanti, mengatakan masuknya Indonesia dalam peringkat layak investasi (investement grade) perlu diiringi dengan percepatan pembangunan infrastruktur.

"Dukungan regulasi terkait pengadaan lahan juga perlu dipekuat untuk memberikan kepastian bagi investor," urainya.
Author: Irwen Azhari
-
POPULAR NEWS