Search:
Thursday, May-24 2012 09:24 WIB
  • AGRI 2,085.120 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 419.880 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 332.150 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,443.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 594.640 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 497.250 0.000 (0.000%)
  • IDX30 340.470 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 778.380 0.000 (0.000%)
  • ISSI 132.670 0.000 (0.000%)
  • JII 545.450 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 879.520 0.000 (0.000%)
  • LQ45 673.890 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,019.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,135.100 0.000 (0.000%)
  • MINING 2,219.420 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,239.240 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 460.950 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 291.430 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 205.560 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • TRADE 696.050 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • BNBR-W 1 0 (0.00%)
  • COWL-W 2 1 (100.00%)
  • KBRI-W 1 0 (0.00%)
  • TMPI-W 2 1 (100.00%)
Bank BUMN Miliki Obligasi Rekap Rp98 Triliun
Published: 14 Feb 2012 10:45 WIB


IMQ, Jakarta —  Keberadaan obligasi rekapitalisasi cukup membebani neraca perbankan BUMN yang masih memiliki obligasi peninggalan krisis 1998. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui dua Bank BUMN masih menyimpan obligasi rekap sekitar Rp98 triliun.

"Misalnya BNI Persero sekitar Rp8 triliun dan Bank Mandiri Rp90 triliun. Ini cukup besar," kata Dahlan Iskan di kantor Kementerian BUMN, Selasa (14/2).

Ia mengakui obligasi rekap sangat membebani bank BUMN. Namun, ia berjanji menyelesaikan obligasi rekap tersebut.

"Kemarin, kita sudah berdiskusi dengan Menteri Keuangan. Tinggal pertemuan sekali lagi sehingga dapat menemukan jalan keluarnya," ujarnya.

Ia mengharapkan pertemuan dengan Menteri Keuangan dapat menghasilkan skema penyelesaian obligasi rekap sekaligus suku bunga yang tinggi.

Obligasi rekap merupakan 'warisan lama', saat BI menyuntikkan dana lewat Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk menalangi perbankan saat menghadapi krisis Asia pada 1998. Obligasi tersebut berjumlah sangat besar, namun tidak laku dijual karena tidak memiliki pasarnya.

Sejumlah bank besar diselamatkan oleh pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada krisis 1998 yang lalu. Namun, suntikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tersebut dikonversi menjadi surat utang dengan tenor hingga 20 tahun tanpa ada pasar yang berminat.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS