Search:
Thursday, May-24 2012 09:20 WIB
  • AGRI 2,085.120 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 419.880 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 332.150 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,443.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 594.640 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 497.250 0.000 (0.000%)
  • IDX30 340.470 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 778.380 0.000 (0.000%)
  • ISSI 132.670 0.000 (0.000%)
  • JII 545.450 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 879.520 0.000 (0.000%)
  • LQ45 673.890 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,019.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,135.100 0.000 (0.000%)
  • MINING 2,219.420 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,239.240 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 460.950 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 291.430 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 205.560 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • TRADE 696.050 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • BNBR-W 1 0 (0.00%)
  • COWL-W 2 1 (100.00%)
  • KBRI-W 1 0 (0.00%)
  • TMPI-W 2 1 (100.00%)
Saham ZBRA Kembali Diperdagangkan
Published: 14 Feb 2012 09:29 WIB


dok. Antara Foto
IMQ, Jakarta —  PT Bursa Efek Indonesia telah membuka penghentian sementara (suspensi) saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan Selasa (14/2).

"Kami sudah mencabut suspensi perseroan karena memberikan keterangan sehubungan kenaikan harga sahamnya," kata Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/2).

Sekretaris Perusahaan Zebra Wijiningsih mengatakan saat ini perseroan hanya menjalankan kegiatan usaha secara normal di bidang transportasi, di mana anak perusahaan PT Surabaya Artautama Bersama yang akan melakukan peremajaan unit sampai dengan 550 unit.

"Atas peremajaan tersebut, yang dilakukan oleh anak perusahaan merupakan bisnis normal perusahaan," kata Wijiningsih.

Pada Senin (13/2), saham ZBRA disuspensi oleh bursa setelah harga sahamnya mengalami lonjakan yang sinigifkan sekitar 53 poin (106%), yaitu dari harga penutupan Rp50 pada 7 Februari 2012 menjadi Rp106 pada 10 Februari 2012.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS