Search:
Thursday, May-24 2012 09:19 WIB
  • AGRI 2,085.120 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 419.880 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 332.150 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,443.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 594.640 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 497.250 0.000 (0.000%)
  • IDX30 340.470 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 778.380 0.000 (0.000%)
  • ISSI 132.670 0.000 (0.000%)
  • JII 545.450 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 879.520 0.000 (0.000%)
  • LQ45 673.890 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,019.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,135.100 0.000 (0.000%)
  • MINING 2,219.420 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,239.240 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 460.950 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 291.430 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 205.560 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • TRADE 696.050 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • BNBR-W 1 0 (0.00%)
  • COWL-W 2 1 (100.00%)
  • KBRI-W 1 0 (0.00%)
  • TMPI-W 2 1 (100.00%)
Prospek Cerah Bisnis Properti BSDE
Published: 14 Feb 2012 07:53 WIB


istimewa
IMQ, Jakarta —  Seiring perkembangan ekonomi yang semakin kondusif, pertumbuhan akan kebutuhan perumahan terus mengalami peningkatan. Hal ini memberikan peluang bagi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) untuk menggenjot kinerjanya.

Dengan luas lahan sekitar 6 ribu hektar dan masih menyisakan 3/4 luas lahan yang menantikan pembangunan selanjutnya, serta ditopang fasilitas lengkap berupa perumahan, area komersial dan bisnis menjadikan proyek-proyek perseroan sebagai lahan investasi yang menarik bagi investor.

Pada tahun ini, grup usaha Sinarmas Land ini menargetkan penjualan marketing senilai Rp4,2 triliun, atau tumbuh 22% dibandingkan dengan pencapaian pada 2011 lalu senilai Rp3,45 triliun.

Pencapaian target tersebut diharapkan berasal dari segmen residential sebesar 70% dan komersial sebesar 30%.

Untuk mendukung target tahun ini, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp2 triliun, di mana anggaran ini terdiri dari belanja modal BSDE senilai Rp1,5 triliun dan untuk anak usaha senilai Rp500 miliar.

Sementara dalam pengembangan bisnisnya, perseroan saat ini sedang mengembangkan kawasan residensial BSD City tahap II seluas 2 ribu hektar dari total lahan hingga 2020.

Selain itu, tahun ini BSDE juga berencana meluncurkan 10 sub cluster baru kelas menengah-atas di cluster Avani, De Park dan cluster-cluster lainnya.

Pengamat properti dari Jones LangSalle-Procon, Todd Lauchlan, menjelaskan pertumbuhan permintaan yang terjadi pada semua sektor properti sepanjang 2011 lalu diproyeksikan akan terus berlanjut pada 2012 ini.

“Ini diperkuat oleh tren penyerapan pasar dalam beberapa bulan terakhir yang masih terus menunjukkan kenaikan secara bervariasi,” ujarnya.

Di samping itu, pasar properti saat ini sedang menikmati periode pertumbuhan yang sangat positif dan dinamis, dengan permintaan pada semua sektor meningkat sementara pertumbuhan pasok tidak berada pada tingkat berlebihan.

Analis eTrading Securities, Budhy S M Siallagan, dalam risetnya menjelaskan sebagai pengembang properti kota satelit terbesar, perseroan juga gencar untuk melakukan ekspasi ke luar Jawa.

“BSDE, sedang melirik peluang mengembangkan bisnis propertinya pada wilayah Surabaya, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar,” katanya.

Hal ini juga terkait dengan rencana perseroan meluncurkan 10 sub cluster baru untuk kelas menengah-atas seiring dengan tingginya permintaan konsumen di daerah tersebut.

“Dengan tingkat penjualan presale yang rata-rata hanya membutuhkan kurang dari dua bulan untuk mencapai tingkat penjualan 70% lebih, dari saat perkenalan hingga peluncuran produk ini, kami masih cukup yakin dengan kinerja BSDE dalam mempertahankan tingkat penjualan yang masih cukup tinggi ini,” ujarnya.

Ia menambahkan berdasarkan kenaikan penjualan 22% menjadi sebesar Rp4,2 triliun, maka pihaknya memperkirakan laba bersih BSDE dapat mencapai kisaran Rp1,13 triliun dengan mengunakan net profit margin 27% dan laba per saham (Earnings Per Share /EPS) Rp65 dengan P/E Industri sebesar 19 kali.

“Kami memprediksi harga saham BSDE berada pada kisaran Rp1.234 dengan rekomendasi beli (buy),” tuturnya.

Pada penutupan perdagangan Senin (13/2), saham BSDE berada di level Rp1.190 per saham dengan volume transaksi 20,97 juta lembar saham senilai Rp25,41 miliar.
Author: Irwen Azhari
-
POPULAR NEWS