IMQ, Jakarta —
Miliuner asal Amerika Serikat, George Soros, mengritik keras cara penanganan krisis utang zona euro oleh Kanselir Jerman Angela Merkel selama ini.
Menurut Soros, para pemimpin Uni Eropa seharusnya lebih mendorong pertumbuhan di negara-negara yang terbelit utang dan bukan justru dengan menerapkan program penghematan anggaran, seperti yang dipersyaratkan kepada Yunani.
"Saya mengagumi Kanselir Merkel atas kepemimpinannya yang kuat, tapi sayang ia memimpin Eropa ke arah yang salah," kata Soros kepada majalah Jerman Der Spiegel yang diterbitkan Senin (13/2).
Ketimbang memaksa pemerintahan bermasalah di Eropa untuk berhemat, para pemimpin zona euro justru harus mendorong pertumbuhan di negara-negara tersebut dengan penyuntikan modal, ujar Soros.
"Dengan begini, kita akan mengulangi kesalahan yang memicu Amerika terjerumus ke jurang Resesi Besar pada 1929," pria keturunan Yahudi ini memperingatkan. "Angela Merkel benar-benar tidak memahami hal itu," imbuhnya.
Soros mengatakan adalah langkah yang salah memberikan dana talangan kepada Yunani dengan bunga tinggi, dan ini berarti negara ini tak bisa lagi berhemat.
"Dan kondisi ini juga dapat terjadi pada Italia jika negara ini juga harus mendapatkan kucuran dana talangan berbunga tinggi," ucapnya.
Jika Yunani bangkrut, menurut Soros, akan terjadi tekanan terhadap perbankan di Italia dan Spanyol, dan kemudian Eropa akan terpecah.
Dan Soros melihat bahwa para pemimpin Uni Eropa akan kembali menyelamatkan Yunani untuk menghindari skenario seperti itu.
Soros juga berpendapat bahwa Eropa harus dalam posisi menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan dari Dana Moneter Internasional.











