IMQ, Jakarta —
Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong Badan Usaha Milik Negara mengakuisisi perusahaan asing. Keinginan ini diharapkan dapat terwujud pada 2013-2014 mendatang.
Tindakan ini dilakukan menyusul kegeraman mantan orang nomor satu di PLN Persero ini karena sebagian besar saham BUMN dijual ke pihak asing.
"Pada zamannya Pak Soeharto, beberapa BUMN seperti Telkom dan Indosat dijual ke asing dan hasilnya masuk APBN," cerita Dahlan saat bincang-bincang di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/2).
Ia menuturkan saat itu negara tidak memiliki dana sehingga jalan keluarnya dengan menjual beberapa BUMN strategis. Dengan dana hasil penjualan ini diharapkan negara dapat membayar utang luar negeri.
"Pak Harto memang pernah pidato kalau tidak perlu khawatir untuk bayar utang, karena ada BUMN," kenangnya.
Ia pun memaklumi tindakan yang dilakukan oleh pemerintahan zaman Orde Baru tersebut. Ia mengharapkan penjualan BUMN ke asing tidak akan terulang karena proses privatisasinya sudah berbeda.
Namun, ia memberikan keleluasaan bila asing membeli saham perusahaan BUMN melalui mekanisme pasar modal. Pihaknya pun tengah merancang skema IPO BUMN, di mana pembeli mayoritas berasal dari investor domestik, termasuk karyawan BUMN.
"Saat ini, Indonesia menguasai perekonomian ASEAN dengan kepemilikan 51%. Sudah saatnya Indonesia menjadi pemimpin negara di kawasan ASEAN," tandasnya.











