Search:
Thursday, May-24 2012 09:07 WIB
  • AGRI 2,085.120 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 419.880 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 332.150 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 1,443.640 0.000 (0.000%)
  • DBX 594.640 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 497.250 0.000 (0.000%)
  • IDX30 340.470 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 778.380 0.000 (0.000%)
  • ISSI 132.670 0.000 (0.000%)
  • JII 545.450 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 879.520 0.000 (0.000%)
  • LQ45 673.890 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,019.630 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,135.100 0.000 (0.000%)
  • MINING 2,219.420 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,239.240 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 460.950 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 291.430 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 205.560 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 3,981.580 0.000 (0.000%)
  • TRADE 696.050 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • BNBR-W 1 0 (0.00%)
  • COWL-W 2 1 (100.00%)
  • KBRI-W 1 0 (0.00%)
  • SDMU 295 0 (0.00%)
  • SDPC 90 -1 (-1.10%)
  • SDRA 400 -5 (-1.23%)
  • SGRO 2,700 -150 (-5.26%)
  • SIMP 1,230 -20 (-1.60%)
  • SIPD 54 0 (0.00%)
  • SKYB 495 0 (0.00%)
  • SMAR 6,600 100 (1.54%)
  • SMCB 2,650 0 (0.00%)
  • SMDM 215 -15 (-6.52%)
  • SMDR 3,925 100 (2.61%)
  • SMGR 11,300 250 (2.26%)
  • SMMA 4,025 -25 (-0.62%)
  • SMRA 1,590 -40 (-2.45%)
  • SMRU 395 -15 (-3.66%)
  • SMSM 1,920 30 (1.59%)
  • SPMA 250 -10 (-3.85%)
  • SQMI 1,410 -160 (-10.19%)
  • SRAJ 465 5 (1.09%)
  • SRSN 57 0 (0.00%)
  • SSIA 1,020 -40 (-3.77%)
  • STAR 50 0 (0.00%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • STAR-W 11 -1 (-8.33%)
  • STTP 750 -20 (-2.60%)
  • SULI 118 -1 (-0.84%)
  • SUPR 4,950 0 (0.00%)
  • TBIG 3,050 -75 (-2.40%)
  • TBLA 550 -20 (-3.51%)
  • TCID 9,000 0 (0.00%)
  • TELE 380 0 (0.00%)
  • TELE-W 79 1 (1.28%)
  • TGKA 1,400 0 (0.00%)
  • TIFA 250 0 (0.00%)
  • TINS 1,470 -20 (-1.34%)
  • TIRT 82 -3 (-3.53%)
  • TKIM 2,925 -125 (-4.10%)
  • TLKM 7,750 -100 (-1.27%)
  • TMAS 360 0 (0.00%)
  • TMPI 152 -1 (-0.65%)
  • TMPI-W 2 1 (100.00%)
  • TMPO 157 -7 (-4.27%)
  • TOTL 590 0 (0.00%)
  • TOWR 14,500 0 (0.00%)
  • TPIA 2,025 0 (0.00%)
  • TRAM 870 -30 (-3.33%)
  • TRIL 115 0 (0.00%)
  • TRIM 126 -4 (-3.08%) © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
  • TRST 335 -15 (-4.29%)
  • TSPC 2,875 -25 (-0.86%)
  • TURI 820 -20 (-2.38%)
  • ULTJ 1,190 -20 (-1.65%)
  • UNSP 270 0 (0.00%)
  • UNSP-W2 42 -3 (-6.67%)
  • UNTR 25,500 -1,250 (-4.67%)
  • UNVR 21,200 100 (0.47%)
  • VIVA 770 0 (0.00%)
  • VOKS 1,190 0 (0.00%)
  • WAPO 81 0 (0.00%)
  • WEHA 171 1 (0.59%)
  • WEHA-W 3 -2 (-40.00%)
  • WICO 66 0 (0.00%)
  • WIKA 1,010 -20 (-1.94%)
  • WINS 450 10 (2.27%)
  • WINS-W 40 0 (0.00%)
  • WOMF 215 -15 (-6.52%)
  • YPAS 650 -10 (-1.52%)
  • ZBRA 167 -16 (-8.74%)
IPO PTPN VII Berpeluang Batal
Published: 13 Feb 2012 16:23 WIB


dok. Antara Foto
IMQ, Jakarta —  Pemerintah mengisyaratkan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Perkebunan Nusantara VII Persero berpotensi batal. Hal itu terjadi bila hasil revaluasi aset perusahaan menunjukkan tidak adanya perkembangan.

"Memang sudah kita putuskan di Menko kalau PTPN VII bisa IPO, namun kalau direvaluasi tidak menguntungkan ya tidak jadi," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di dalam bincang-bincang di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/2).

Ia mengungkapkan rencana IPO PTPN VII sudah mendapatkan persetujuan dari Komite Privatisasi. Namun, IPO PTPN VII masih dalam pembahasan dan direvaluasi.

"Rencana IPO PTPN VII ini pun setelah holding BUMN perkebunan terbentuk," tuturnya.

PTPN VII bergerak di bidang usaha agribisnis perkebunan dengan komoditas karet, kelapa sawit, teh, dan tebu. Usaha ditumbuhkan dengan jalan mengembangkan operasi berbasis bisnis inti yang mengarah ke integrasi vertikal. Kebun yang dikelola oleh perseroan meliputi kebun karet, kelapa sawit, teh dan tebu.

"Bila holding BUMN perkebunan sudah terbentuk dan danaya cukup untuk membiayai PTPN, jadi buat apa IPO," ungkapnya.

Pada 2009, PTPN VII mencatat laba setelah pajak Rp150,356 miliar yang didukung oleh penjualan sekitar Rp2,892 triliun.

Ia optimistis holding BUMN perkebunan efektif terbentuk pada 1 Januari 2012. Ia menghitung bila holding BUMN perkebunan terbentuk maka total laba bersih dapat mencapai Rp5,3 triliun. Saat ini, proses pembentukan holding BUMN perkebunan masih terus dalam pembahasan.

"Ini masih dalam proses. Yang jelas tidak ada masalah di mana skemanya PTPN III menjadi holding," ungkapnya.

Bila holding BUMN perkebunan terbentuk, maka jumlah BUMN sekitar 115 BUMN pada tahun ini.

Menyoal holding BUMN kehutanan ia menilai pembentukannya sudah mendesak. Bahkan, Menteri Kehutanan sudah menyetujui pembentukan holding tersebut. Ia melihat PT Inhutani sangat kekurangan baik dana, lahan, maupun kemampuan. Sementara, Perhutani memiliki segalanya.

"Namun, selama ini yang dipikirkan Perhutani untuk membuat sesuatu yang kecil-kecil saja, walau kemampuannya sangat besar," akunya.

Dengan bergabungnya perusahaan ini, diharapkan saling melengkapi. Perhutani dapat memperdayakan Inhutani.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS