IMQ, Jakarta —
Pemerintah mengisyaratkan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Perkebunan Nusantara VII Persero berpotensi batal. Hal itu terjadi bila hasil revaluasi aset perusahaan menunjukkan tidak adanya perkembangan.
"Memang sudah kita putuskan di Menko kalau PTPN VII bisa IPO, namun kalau direvaluasi tidak menguntungkan ya tidak jadi," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di dalam bincang-bincang di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/2).
Ia mengungkapkan rencana IPO PTPN VII sudah mendapatkan persetujuan dari Komite Privatisasi. Namun, IPO PTPN VII masih dalam pembahasan dan direvaluasi.
"Rencana IPO PTPN VII ini pun setelah holding BUMN perkebunan terbentuk," tuturnya.
PTPN VII bergerak di bidang usaha agribisnis perkebunan dengan komoditas karet, kelapa sawit, teh, dan tebu. Usaha ditumbuhkan dengan jalan mengembangkan operasi berbasis bisnis inti yang mengarah ke integrasi vertikal. Kebun yang dikelola oleh perseroan meliputi kebun karet, kelapa sawit, teh dan tebu.
"Bila holding BUMN perkebunan sudah terbentuk dan danaya cukup untuk membiayai PTPN, jadi buat apa IPO," ungkapnya.
Pada 2009, PTPN VII mencatat laba setelah pajak Rp150,356 miliar yang didukung oleh penjualan sekitar Rp2,892 triliun.
Ia optimistis holding BUMN perkebunan efektif terbentuk pada 1 Januari 2012. Ia menghitung bila holding BUMN perkebunan terbentuk maka total laba bersih dapat mencapai Rp5,3 triliun. Saat ini, proses pembentukan holding BUMN perkebunan masih terus dalam pembahasan.
"Ini masih dalam proses. Yang jelas tidak ada masalah di mana skemanya PTPN III menjadi holding," ungkapnya.
Bila holding BUMN perkebunan terbentuk, maka jumlah BUMN sekitar 115 BUMN pada tahun ini.
Menyoal holding BUMN kehutanan ia menilai pembentukannya sudah mendesak. Bahkan, Menteri Kehutanan sudah menyetujui pembentukan holding tersebut. Ia melihat PT Inhutani sangat kekurangan baik dana, lahan, maupun kemampuan. Sementara, Perhutani memiliki segalanya.
"Namun, selama ini yang dipikirkan Perhutani untuk membuat sesuatu yang kecil-kecil saja, walau kemampuannya sangat besar," akunya.
Dengan bergabungnya perusahaan ini, diharapkan saling melengkapi. Perhutani dapat memperdayakan Inhutani.











