IMQ, Jakarta —
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan penggunaan ruangan di Kementerian BUMN terlalu boros. Untuk itu, mantan orang nomor satu di PLN Persero ini berencana mengosongkan ruangan di dua lantai sebagai langkah efisiensi.
"Lihat, ruangan saya saja terlalu besar. Kita minta lantai 12 akan dikosongkan," kata Dahlan Iskan saat berbincang-bicang dengan wartawan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (13/2).
Menurutnya, lantai 12 yang semula digunakan oleh Deputi Menteri BUMN bidang Industri Primer Megananda Daryono akan dikosongkan menyusul berakhirnya masa jabatan deputi tersebut. Nantinya, seluruh administrasi Deputi Industri Primer dialihkan ke lantai 14.
"Sehingga ada dua lantai yang kosong dan bisa digunakan oleh BUMN lain," paparnya.
Ruangan yang kosong tersebut, sambungnya, dapat digunakan oleh BUMN lain yang masih menyewa kantor. Ia mencontohkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dapat berkantor di Kementerian BUMN.
"Misalnya, PGN selama ini sewanya terlalu mahal sekitar Rp50 miliar. Tapi saya tidak tahu ini bulanan apa tahunan," ungkapnya.
Saat ini, Kementerian BUMN memiliki 21 lantai. Menteri BUMN sendiri menempati lantai 19, sedangkan lantai 21 digunakan untuk pertemuan para pimpinan BUMN dan rapat-rapat BUMN.











