IMQ, Jakarta —
Ada pengumuman mengejutkan dari ANZ Bank, Senin (13/2), yang menyatakan akan mengurangi jumlah tenaga kerjanya sekitar 1.000 orang. Hal ini sebagai dampak dari tak menentunya situasi ekonomi global.
Dalam pernyataan tertulisnya, ANZ Bank mengatakan kondisi perekonomian dunia yang lesu telah membuat laba ANZ Bank tergerus oleh tingginya biaya bunga dan semakin turunnya permintaan atas layanan perbankan.
Langkah ANZ Bank ini mengikuti apa yang dilakukan raksasa perbankan Australia lainnya, yakni Westpac yang akan mengurangi sekitar 550 karyawan untuk melindungi labanya, sedangkan 170 posisi akan ditiadakan di Royal Bank of Scotland.
Australia and New Zealand Banking Group, yang merupakan bank ketiga terbesar di Australia berdasarkan kapitalisasi pasarnya, mengatakan program PHK ini menyasar karyawan tetap di Australia di semua tingkatan, mulai dari jajaran manajemen di tingkat menengah, back office dan staf pendukung.
Sekitar 492 posisi akan segera diberhentikan dan mereka yang terkena PHK sudah diberitahu oleh pihak manajemen pada Senin ini.
ANZ mempekerjakan sekitar 24.000 karyawan di Australia dan 49.000 staf di seluruh dunia.
ANZ membukukan kenaikan laba bersih 19% sebesar Aus$5,36 miliar (US$5,5 miliar) untuk tahun fiscal yang berakhir pada 30 September, dan laba itu akan berpotensi tergerus seiring dengan volatilitas ekonomi global saat ini.











