IMQ, Jakarta —
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengklaim pihaknya tidak berminat untuk membeli PT Bank Mutiara. Bank pelat merah ini juga menilai penjualan eks Bank Century itu terlalu mahal.
"Harga Bank Mutiara kemahalan sekitar Rp6,7 triliun," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir ditemui di kantor Kementerian BUMN, Senin (13/2).
Ia memberikan kesempatan kepada pihak asing untuk membeli bank tersebut. Menyoal pembelian sebuah perusahaan sekuritas, BRI berencana meminta persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) .
Pembelian perusahaan sekuritas ini guna menumbuhkan bisnis non-organik perseroan. Pihaknya juga sudah menyiapkan dana yang dialokasikan untuk akuisisi.
"Kita harapkan nanti RUPS disetujui. Kita memang berniat untuk mengakuisisi," tuntasnya.
LPS kembali membuka penjualan saham Bank Mutiara tahap kedua pada 1 Februari 2012 setelah tahun lalu LPS gagal mendapatkan investor yang cocok.
Saham akan ditawarkan melalui penjualan strategis kepada calon investor yang memenuhi kriteria. PT Danareksa Sekuritas sebagai penasihat keuangan ditunjuk sebagai penasihat keuangan penjualan bank senilai Rp6,7 triliun.











