IMQ, Jakarta —
PT Pertamina (Persero) mengungkapkan kondisi ketersediaan stok LPG pada seluruh wilayah yang ada masih dalam kondisi aman.
Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan dengan posisi stok nasional pada level 11,4 hari, stok ini relatif cukup untuk menghindarkan terjadinya gangguan pada pasok dan distribusi LPG.
“Biasanya dengan ketahanan stok pada kisaran 11 hari hingga 15 hari, pasokan dan distribusi tidak terganggu. Kami juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan hambatan pasokan dan distribusi LPG nasional,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip IMQ di Jakarta, Senin (13/2).
Menurutnya, posisi stok LPG pada Depot Pangkalan Susu secara umum dalam kondisi aman menyusul masuknya LPG sebanyak 2.600 MT yang diangkut dari Kapal Gas Patra II dan III pada Jumat, pekan lalu.
“Pengoperasian STS Pangkalan Susu pada 26 Februari 2012 akan semakin memperkuat pasokan LPG,” terangnya.
Sementara itu, stok LPG pada Depot Tanjung Priok sebanyak 5.059 MT dan akan mendapatkan tambahan pasokan dari impor sebanyak 2.500 MT yang akan tiba pada 14 Februari 2012.
“Pada hari yang sama Kapal Eratan dengan kapasitas LPG 8.000 MT akan merapat ke Depot Tanjung Priok menjadikan ketahanan stoknya semakin meningkat,” tambahnya.
Ketahanan stok LPG Terminal JBB Ancol juga akan mendapatkan bantuan dari Depot Tanjung Priok dan Eretan sambil menunggu pasokan tambahan pada 14 Februari sebanyak 2.500 MT.
Terminal Eretan akan mendapatkan tambahan pasokan sebanyak 7.000 MT. Pasokan yang diangkut dengan Kapal Widuri akan menambah posisi stok yang saat ini berada di level 1.902 MT.
Untuk stok LPG di Terminal CPO Semarang berada di level 1.199 MT. Dengan kondisi stok tersebut, pasokan untuk daerah yang dilayani Terminal CPO Semarang akan dibantu dari Balongan, Eretan dan Tanjung Priok.
Adapun, stok LPG di Depot Tanjung Perak relatif aman di posisi 3.978 MT. Tanjung Perak akan mendapatkan pasokan sebanyak 4.500 MT pada 13 Februari 2012 dan 3.500 MT pada 14 februari 2012.
Stok LPG di Depot Makassar berada di level 1.119 MT dan akan mendapatkan tambahan pasokan pada 12 Februari sebanyak 1.700 MT.
Pasokan selanjutkan akan tiba pada 14 Februari 2012 sehingga pasokan untuk daerah Makassar dan sekitarnya relatif masih aman.











