IMQ, Jakarta —
Perekonomian Jepang selama periode Oktober-Desember 2011 lesu setelah pertumbuhan ekonominya turun 2,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontraksi ini terjadi akibat menguatnya yen dan lemahnya permintaan ekspor Jepang di luar negeri.
Penurunan PDB ini lebih parah dibandingkan dengan proyeksi analis yang sebesar 1,6% dan jauh berbeda dengan revisi pertumbuhan quarter-on-quarter sebesar 7% untuk periode Juli-September. Sementara pertumbuhan kuartal kedua sebelumnya diestimasi 5,6%.
Banjir parah di Thailand selama akhir tahun lalu mengganggu rantai pasok global dan menurunkan kapasitas produksi sejumlah pabrikan Jepang di Negeri Gajah Putih itu, terutama elektronik dan otomotif, sehingga mempengaruhi data makroekonomi.
Namun, Menteri Perekonomian dan Kebijakan Fiskal Jepang Motohisa Furukawa mengatakan perekonomian terbesar ketiga di dunia ini telah melanjutkan pergerakan positifnya, dengan kinerja ekspor dan produksi meningkat selama Desember.
Selama 2011, perekonomian Jepang mengalami kontraksi 0,9%, setelah menguat sebesar 4,4% pada 2010.
Pemerintah Jepang pada Desember menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2012 menjadi kontraksi sebesar 0,1%, namun diperkirakan akan tumbuh 2,2% pada tahun fiskal berikutnya.











