IMQ, Jakarta —
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah mengeluarkan biaya untuk eksplorasi emas sepanjang 2011 sebesar Rp110,5 miliar. Volume produksi emas tercatat 2.667 kg, turun 4% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya akibat turunnya produksi emas Pongkor seiring dengan penurunan kadar bijih emas ditambang.
Menurut Sekretaris Perusahaan Antam Bimo Budi Satriyo, volume produksi emas selama 2011 ini terdiri dari 1.987 kg dari Pongkor, Jawa Barat, dan 680 kg dari Cibaliung, Banten.
Kadar bijih emas merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol perseroan itu karena tambang Pongkor dan Cibaliung merupakan tambang emas bawah tanah.
”Meski produksi turun, tingginya permintaan menyebabkan volume penjualan emas mencapai 8.009 kg pada tahun 2011 atau naik 22% dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Bimo di Jakarta.
Volume penjualan emas secara signifikan lebih tinggi dari volume produksi karena volume penjualan sudah termasuk dari penjualan pihak ketiga. Pada 2011, produksi emas mencapai 88% dari target volume produksi, sedangkan volume penjualan emas melebihi targetnya bila dibanding dengan periode tahun lalu 5.820 kg.
Produksi emas Antam pada kuartal IV-2011 sebanyak 663 kg, lebih rendah sekitar 13% dibanding periode tahun sebelumnya. Sementara volume penjualan emas naik 39% atau sebanyak 2.150 kg.
Dengan peningkatan volume penjualan dan rata-rata harga emas sekitar 32% dari 2011 pada level US$1.620 per ons, maka pendapatan emas Antam mencapai Rp3,7 triliun, atau melonjak 56%.
"Tahun ini, kami mengharapkan tambang emas di Cibaliung dapat ditingkatkan produksinya dengan target 3.109 kg, yang terdiri dari 2.009 kg emas dari Pongkor dan 1.1100 kg dari Cibaliung," paparnya.











