IMQ, Jakarta —
Parlemen Yunani pada Senin pagi (13/2) akhirnya menyetujui sejumlah program penghematan anggaran yang diajukan pemerintah sebagai syarat untuk mendapatkan dana talangan baru guna menghindari default.
Persetujuan itu diberikan parlemen Yunani setelah melalui debat panjang dan di tengah suasana kacau akibat aksi unjuk rasa anarkis rakyat Yunani di Athena yang menolak program penghematan itu.
Yunani memiliki waktu hingga 20 Maret mendatang untuk melunasi obligasi senilai 14,5 miliar euro (US$19,1 miliar) dan untuk membayar obligasi itu dibutuhkan dana talangan baru, karena kalau tidak negeri itu akan mengalami gagal bayar alias default.
Untuk itu, Yunani butuh waktu cepat mendapatkan persetujuan parlemen setelah para menteri luar negeri zona euro menunda menyetujui pengucuran dana bantuan senilai €130 miliar pada pertemuan mereka Kamis lalu, dengan dalih mereka membutuhkan langkah konkret bahwa Yunani serius untuk menjalankan penghematan anggaran.
Sementara itu, usulan pemangkasan anggaran itu senilai €3,3 miliar, yang meliputi pemangkasan upah, pensiun dan pengurangan tenaga kerja tahun ini.











