IMQ, Jakarta —
Masih tingginya persediaan dan membaiknya cuaca di Amerika Selatan diprediksi akan memberikan tekanan terhadap ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sehingga berdampak terhadap harga.
Research dan Analysis Division PT Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar mengatakan turunnya ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 7,7% untuk periode 1-10 Februari 2012 memberikan gambaran bagaimana pergerakan harga komoditas CPO.
"Ini menunjukkan potensi yang banyak dikhawatirkan oleh para pelaku pasar terkait permintaan yang mungkin akan melambat atau bahkan turun. Selain itu, laporan persediaan biji-bijian dari AS juga memberikan dampak yang kurang menyenangkan,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Akan tetapi, lanjutnya, musim panen yang rendah pada kuartal I ini dan membaiknya permintaan dari China dan India mungkin akan memberikan dukungan untuk harga minyak sawit untuk berada dalam kisaran Ringgit Malaysia (RM) 3.000 hingga RM3.200 dalam jangka waktu dekat
“Secara teknikal, berdasarkan pengamatan terhadap indikator stochastics fast, harga kemungkinan untuk berlanjut melemah, setelah sempat meraih level tingginya,” terangnya.
Sementara mengenai potensi harga CPO, menurut Arina, kisaran support-nya akan berada pada Ringgit Malaysia (RM) 3.098-RM3.076 dan RM3.049
Sedangkan kisaran naiknya akan berada pada resistance RM.3140 dan RM3.191.











