IMQ, Jakarta —
Setelah turun tajam 102,76 poin (2,56%) disertai net selling investor asing Rp2,23 triliun pekan lalu, bursa Indonesia diperkirakan memulai perdagangan Senin (13/1) dengan melanjutkan pelemahan.
Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, penurunan ini menyusul indeks Dow Jones yang turun melemah 89.23 poin akibat berita 34 bank besar dari 37 bank di Italia di-downgrade oleh Standard & Poor's. Bank besar ini termasuk Italy UniCredit.
"Downgrade ini setelah mempertimbangkan risiko yang muncul berkaitan dengan industri dan emiten di mana downgrading ini terjadi setelah S&P Rating Agancy menurunkan Sovereign Rating Italy menjadi 'BBB+ di Januari bersamaan dengan downgrade sembilan negara lainnya," papar Edwin dalam risetnya Senin (13/2).
Aksi pembakaran gedung-gedung bersejarah, cafe, dan toko-toko di tengah pusat kota Yunani, Minggu (12/2), di tengah persiapan parlemen melakukan pemungutan suara yang berlangsung alot berkait dengan paket dana talangan senilai 130 miliar Euro guna menyelamatkan Yunani dari ambang kehancuran, menjadi sentimen negatif.
Sementara, berita di Amerika Serikat ditandai dengan kejatuhan sentimen konsumen AS awal Februari menjadi 72,5 dari data Januari sebesar 75, serta melebarnya defisit perdagangan AS pada Desember 2011 menjadi US$48,8 miliar (dibandingkan dengan konsensus ekonom US$48 miliar, akan menambah deretan faktor negatif.
Berita negatif lainnya adalah data perdagangan Januari China turun terdalam sejak krisis keuangan dan sinyal yang mengindikasikan akan terjadi penurunan lanjutan permintaan.
"Sepanjang pekan ini, beberapa data ekonomi penting akan dirilis di AS, antara lain penjualan ritel, survei manufaktur swasta, indeks pasar, FOMC Minutes, data perumahan, CPI, dan laporan keuangan emiten," paparnya.
Dengan deretan sentimen negatif di regional, ia memperkirakan bursa Indonesia akan melemah. IHSG akan diperdagangkan di kisaran 3.845-3.962.
"Pola 'black opening Marubozu' terbentuk atas IHSG mengindikasikan excess supply dan penurunan lanjutan," terangnya.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk dibeli (BOW), antara lain Astra International Tbk, Astra Agro Lestari Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk, Bumi Serpong Damai Tbk, Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan United Tractors.











