IMQ, Jakarta —
Para investor yang berkecimpung di Wall Street akan terus memantau lebih banyak tanda-tanda pemulihan ekonomi AS pekan depan, yang tercermin dari outlook sukubunga Federal Reserve dan laporan kuartalan perusahaan seperti Zynga Inc. dan General Motors Co., selain mengamati upaya Yunani untuk menghindari default.
Pasar akan fokus pada pernyataan para petinggi Federal Reserve yang akan menentukan apakah kebijakan saat ini sudah layak mengingat data tenaga kerja yang positif belakangan ini. Michael Yoshikami, chief executive officer dari YCMNET Advisors, mengatakan banyak pengamat The Fed yang skeptis bahwa kebijakan untuk mempertahankan sukubunga rendah hingga 2014 akan menjadi kenyataan.
Pernyataan Yoshikami mungkin ada benarnya. Terlebih jika mengacu pada pernyataan bos The Fed Philadelphia Charles Plosser dan Presiden The Fed Atlanta Dennis Lockhart bahwa ada semacam kekhawatiran di internal bank sentral AS mengenai kebijakan yang telah diungkapkan selama ini. Itu artinya, ada peluang The Fed menelan ludah sendiri untuk bertahap meningkatkan sukubunganya.
Pasar pasti akan menunggu pengumuman Federal Open Market Committee pada Rabu (15/2) terkait hasil pertemuannya pada 26 Januari lalu, dan juga pidato Chairman The Fed Ben Bernanke pada konferensi Federal Deposit Insurance Corp., Kamis (16/2).
Selain itu, pasar juga akan menantikan data penjualan ritel pada Selasa (14/2), penjualan perumahan dan indeks Philadelphia Fed yang dirilis Kamis (15/2) serta indeks harga konsumen pada Jumat (17/2).
Yang tak kalah penting adalah laporan keuangan kuartalan emiten besar, seperti Zynga, Nvidia Corp., Applied Materials Inc., Deere & Co. dan General Motors.
Krisis utang
Bursa New York akhir pekan ini mengalami tekanan jual menyusul ketidakpastian mengenai kemampuan Yunani meyakinkan Uni Eropa dan IMF agar mendapatkan dana talangan baru sehingga dapat menghindari default.
Robert Laura, presiden dari Synergos Financial Group, mengatakan bahwa krisis utang yang membelit Yunani akan menjadi katalis kuat bagi pergerakan indeks. Jika krisis utang ini dapat dikelola dengan baik, maka ada harapan besar indeks akan menguat, tetapi kondisi sebaliknya akan terjadi jika penyelesaian krisis ini tak ada ujung pangkalnya.
Kini pasar akan berharap-harap cemas terhadap keputusan yang akan diberikan oleh parlemen Yunani terkait dengan usul penghematan anggaran oleh pemerintah Yunani seperti yang disyaratkan Uni Eropa dan IMF agar negeri para dewa ini dapat kembali memperoleh kucuran dana talangan. Kabarnya, parlemen Yunani akan melakukan voting untuk menyikapi usulan pemerintah itu pada Minggu (12/2).
“Yunani memiliki sangat sedikit pilihan namun harus tetap melakukan penghematan anggaran. Berbicara tentang mata uang Yunani sepertinya bukan pilihan yang pas, karena Yunani adalah negara yang kecil dan tidak berpengaruh," ujar Yoshikami.
Jadi, apa yang paling tepat yang harus dilakukan investor saat ini adalah menunggu realisasi pengucuran dana talangan tahap kedua bagi Yunani.
Indeks Dow Jones Industrial Average menutup perdagangan Jumat (10/2) di level 12.801,23, turun 89,23 poin, dan mencatat penurunan mingguan sebesar 0,5%. Indeks S&P 500 turun 9,31 poin menjadi 1.342,64, dan dalam sepekan melemah 0,2%, sedangkan indeks Nasdaq Composite melemah 23,35 poin menjadi 2.903,88, dan selama sepekan melemah 0,1%.
Data ekonomi
Pada Selasa (14/2), Departemen Perdagangan AS diperkirakan merilis laporan mengenai peningkatan penjualan ritel Januari.
Data menunjukkan kenaikan yang melebihi ekspektasi, yaitu sebesar 0,1% untuk Desember, dengan kenaikan penjualan menjadi US$400,6 miliar. Menjelang rilis tersebut, analis memperkirakan penjualan Januari akan naik 0,9% dari Desember.
Lantas bagaimana dengan data perumahan? Angka pembangunan perumahan turun 4,1% menjadi 679.000 pada Desember dibandingkan periode yang sama 2010 setelah mencatat lonjakan selama November hingga menyentuh level tertinggi sejak April 2010. Sementara versi analis untuk Januari adalah 690.000 unit.
Para analis Credit Suisse memperkirakan akan terjadi lonjakan besar pada angka housing starts menjadi 720.000 unit berkat cuaca yang hangat pada Januari. Jika itu terealisasi, maka akan menjadi angka tertinggi sejak Oktober 2008.
Sementara untuk indeks harga konsumen diperkirakan akan menunjukkan peningkatan sebesar 0,3% selama Januari, menurut perkiraan sejumlah analis yang disurvei MarketWatch. Indeks ini bergerak flat selama Desember.
Penjualan ritel dan indeks harga konsumen yang diumumkan pekan depan akan memberikan isyarat mengenai sehatnya ekonomi AS. Data-data ini penting karena kebijakan mempertahankan suku bunga rendah di masa mendatang akan dipengaruhi oleh data yang menunjukkan ekonomi sedang bertumbuh.
Laporan keuangan
Pantauan terakhir yang akan dilakukan para investor di Wall Street pekan depan adalah laporan keuangan emiten. Zynga akan merilis laporan keuangan kuartal IV pada Selasa (14/2). Analis yang disurvei FactSet Research memperkirakan pengembang social game ini akan mencatat laba 3 sen per saham dari pendapatan sebsar US$302 juta.
Sedangkan analis Wedbush mengestimasi kinerja apik Zynga itu berkat penggunaan aplikasi buatan perusahaan ini yang melebihi ekspektasi, dan pertumbuhan labanya sepertinya ditunjang oleh tingginya penggunaan gadget mobile.
Selanjutnya adalah laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis Rabu (15/2), dengan analis memproyeksikan produsen chip ini akan mengeruk laba kuartal IV sebesar 20 sen per saham dari pendapatan sebesar US$956 juta, dan Applied Materials Inc., yang memproduksi chip untuk peralatan manufaktur, diperkirakan meraih laba 12 sen per saham dari penjualan senilai US$1,97 miliar.
Di hari yang sama, Deere & Co. juga akan menerbitkan laporan keuangan, dan analis mengira labanya sebesar US$1,23 per saham dari penjualan sebesar US$6,6 miliar. Sehari berikutnya giliran General Motors yang merilis laporan keuangan kuartal IV. Raksasa otomotif ini diperkirakan mencatat pendapatan US$37,9 miliar dan laba per saham 43 sen.
Sekitar 60% perusahaan telah merilis laporan keuangan mereka dan sekitar 60% dari mereka memiliki kinerja yang melebihi ekspektasi. Dari situ tergambar bahwa sebenarnya ekonomi AS sudah mulai membaik. Jadi tak ada alasan untuk bersikap pesimistis.











