IMQ, Jakarta —
Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) meminta kepada pemerintah untuk menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal niaga nasional.
Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan langkah ini dilakukan karena subsidi bahan bakar untuk kapal-kapal niaga di daerah terkadang tidak merata pembagiannya.
“Selain pembagian yang tidak merata, pengusaha kapal juga ingin menghemat subsidi BBM yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/2).
Dengan alasan ini, lanjutnya, pihaknya berharap pemerintah menghapuskan BBM subsidi untuk kapal niaga berbendera nasional kecuali empat jenis kapal, yaitu kapal penumpang, kapal perintis, kapal pelayaran rakyat, dan Angkutan Sungai Dan Penyeberangan (ASDP).
"Kami ingin membantu pemerintah dalam menghemat subsidi BBM dari pemerintah, sehingga bisa dialokasikan untuk keperluan lain," terangnya.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011, alokasi subsidi BBM ditetapkan sebesar Rp231,7 triliun, sedangkan pada APBN 2012 dialokasikan sebesar Rp123,5 triliun.
Carmelita juga memastikan sebanyak 95% kapal niaga anggota INSA sudah tidak menggunakan BBM subsidi dari pemrintah, sedangkan yang masih menggunakan BBM subsidi hanya sebesar 5%.











