IMQ, Jakarta —
Jumat (10/2) merupakan akhir pekan terburuk selama tahun ini dan sekaligus mengakhiri penguatan dalam lima pekan terakhir bagi indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite.
Penyebab dari 'runtuhnya' Wall Street kali ini adalah kekhawatiran bahwa Yunani berpotensi mengalami default jika negeri itu belum mendapat lampu hijau dari Uni Eropa dan lembaga keuangan internasional untuk mendapatkan dana talangan baru.
Setelah mencapai kata sepakat di antara para pemimpin politik terkait dengan program penghematan anggaran yang diajukan pemerintah Yunani sebagai syarat untuk mendapatkan dana talangan tahap berikutnya, langkah berikutnya adalah mendapatkan persetujuan dari parlemen Yunani. Langkah ini yang ditunggu pasar, sementara jatuh tempo obligasi Yunani adalah akhir Maret mendatang.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 89,23 poin, atau 0,7%, menjadi 12.801,23 dan turun 0,5% selama sepekan ini.
Untuk indeks S&P 500 ditutup melemah 9,31 poin, atau 0,7%, menjadi 1.342,64, atau turun 0,2% selama sepekan. Sementara indeks Nasdaq Composite melorot 23,35 poin, atau 0,8%, menjadi 2.903,88, dan selama sepekan indeks turun 0,1%.
Di pasar lainnya, minyak mentah mengakhiri perdagangan Jumat (10/2) di area negatif akibat kekhawatiran terhadap masa depan Yunani dan juga karena International Energy Agency memangkas proyeksi permintaan minyak dunia pada 2012.
Minyak untuk pengiriman Maret melorot US$1,17, atau 1,2%, menjadi US$98,67 per barel di New York Mercantile Exchange. Namun, selama sepekan ini minyak menguat 0,8%.
Sementara emas berjangka menutup akhir pekan ini, Jumat (10/2), dengan pelemahan sebesar 0,9% mengikuti komoditas lainnya yang juga lesu serta melemahnya indeks di Wall Street.
Selain itu, pelemahan ini dipengaruhi oleh aksi beli investor terhadap dolar AS dan obligasi AS menyusul belum menentunya nasib Yunani meski secara politis program penghematan anggaran sudah disetujui.
Indeks dolar AS menguat menjadi 79,149, dari posisi penutupan Kamis (9/1) di level 78,582.
Euro turun menjadi US$1,3165 dari US$1,3287 pada perdagangan sehari sebelumnya.
Emas untuk pengiriman April turun US$15,90, atau 0,9%, US$1.725,30 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Selama sepekan ini, emas turun 0,9%.
Keraguan mengemuka terkait dengan situasi di Yunani setelah para pemimpin politik sudah menyetujui langkah penghematan anggaran. Tapi hal itu masih harus mendapatkan persetujuan dari parlemen Yunani agar mendapat kucuran dana talangan dari Uni Eropa dan IMF.











