IMQ, Jakarta —
Bursa Indonesia pada perdagangan sesi I, Jumat (10/2) mengalami tekanan jual hebat yang disebabkan faktor eksternal dan internal.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan untuk faktor domestik beberapa broker menempatkan bursa Indonesia dalam kategori mahal (premium) dibanding beberapa negara tetangga yang kemudian secara otomatis menurunkan target harga dari beberapa saham big caps antara lain PT Astra International Tbk (ASII) dan beberapa merosotnya saham perbankan.
"Sedangkan faktor eksternal adanya penurunan perdagangan China bulan Januari turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya melaui pesan singkat kepada IMQ di Jakarta, Jumat (10/2).
Pada penutupan sesi I, perdagangan Jumat (10/2), IHSG ditutup 66,83 poin (1,68%) ke level 3.912,15. Sedangkan indeks saham unggulan LQ 45 juga melemah 14,82 poin (2,13%) ke level 679,64.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 79.391 kali pada volume 2.281 juta lembar saham.
Sebanyak 36 saham naik, 188 saham turun dan 73 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham yang bergerak naik (top gainers) antara lain saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) naik Rp 50 ke level Rp 11.450, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp25 ke level Rp 3.475 dan PT Delta Dunia Tbk (DOID) naik Rp10 ke level Rp640
Sementara saham yang mengalami penurunan (top losers) antara lain PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp6.200, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) anjlok Rp350 menjadi Rp6.600 dan PT Astra International Tbk (ASII) anjloik Rp 1.800 ke level Rp 71.150











