IMQ, Jakarta —
PT PLN Persero membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp10,7 triliun, naik 6,04% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya Rp10,09 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh jumlah pelanggan yang tercatat sebanyak 45.894.144 pelanggan atau naik 8%.
Menurut Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, pertumbuhan jumlah pelanggan pada 2011 lebih besar bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya sebanyak 42.435.387 pelanggan.
"Jumlah pelanggan ini diperoleh dari golongan rumah tangga sekitar 92,7% atau 42,5 juta pelanggan," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (10/2).
Ditambahkannya, sekitar 2 juta pelanggan atau 36% pelanggan berasal dari golongan bisnis, 0,11% atau sekitar 50.365 pelanggan berasal dari golongan industri, serta pelanggan lainnya sebanyak 2,76% atau sebanyak 1,26 juta pelanggan.
Pada pos pendapatan usaha tercatat mengalami peningkatan 31% menjadi Rp213 triliun dibandingkan periode tahun sebelumnya hanya Rp162 triliun. Pendapatan ini diperoleh dari penjualan tenaga listrik, subsidi listrik pemerintah, penyambungan pelanggan baru, serta pendapatan lain-lain.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji pernah mengungkapkan tahun depan, PLN menargetkan penjualan banyak 172,12 Tera Watt hour (TWh) atau pertumbuhan listrik sebesar 9,78% selama 2012. Sedangkan target susut 2012 sebesar 9,30% atau turun 0,06% dibanding estimasi 2011.
PLN juta menargetkan bisa menyambung 2,540 juta pelanggan baru. "Hal ini untuk mencapai target angka ration electrifikasi minimal 60% per provinsi dan target RE nasional sebesar 75%," ujarnya.











