IMQ, Jakarta —
Mengawali tahun Naga Air, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) periode Januari 2011 sebesar Rp1,086 triliun dengan 104.853 debitur. Alokasinya terdiri dari nasabah ritel dan makro masing-masing Rp183 miliar dan Rp903,9 miliar.
Menurut Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto, penyaluran KUR BRI masih terbesar dibanding dengan bank BUMN lain, bank pembangunan daerah dan bank swasta. Realisasi KUR per 31 Januari 2012 mencapai Rp1,659 triliun dengan 111.389 debitur.
"Artinya, bila dijumlahkan dari 2007 sampai dengan 31 Januari 2012, maka totalnya Rp65,080 triliun untuk 5.833.859 debitur," kata Parikesit Suprapto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Jumat (10/2).
Berikut penyaluran KUR per 31 Januari 2012, antara lain:
1. Bank Negara Indonesia Tbk Rp186,4 miliar (1.835 debitur)
2. Bank Rakyat Indonesia Rp1,086 triliun (104.853 debitur)
3. Bank Mandiri Rp40,9 miliar (244 debitur)
4. Bank Tabungan Negara Rp68,7 miliar (464 debitur)
5. Bank Bukopin Rp2,2 miliar (29 debitur)
6. Bank Mandiri Syariah Rp87,7 miliar (1.195 debitur)
7. 26 BPD Rp186,6 miliar (2.769 debitur).
"Rata-rata kredit yang disalurkan perbankan itu sekitar Rp13,6 juta per debitur," hitungnya.











