IMQ, Jakarta —
Sektor perbankan, otomotif dan properti diprediksi akan menjadi penopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (9/2), seiring pemotongan suku bunga (BI rate) yang dilakukan oleh otoritas Bank Indonesia.
Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan pemotongan suku bunga (BI rate) dapat memicu sentimen positif terhadap permintaan kredit antara lain pada sektor-sektor perbankan, otomotif dan properti.
“Ini tentunya akan menjadi menjadi motor penggerak IHSG untuk menembus level psikologis 4.000,” ujarnya di Jakarta.
Yuganur menambahkan pada perdagangan hari ini, indeks di perkirakan akan bergerak pada support 3.910-3.870 dan resistance 4.050-4.125.
Sementara Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan penurunan BI Rate akan berdampak positif bagi sektor riil dalam bentuk naiknya jumlah kredit yang disalurkan sehingga fungsi intermediasi perbankan semakin terjadi yang tentunya akan berdampak positif untuk sektor properti, konsumer, semen, perbankan dan konstruksi.
“Ini juga menjadi energi tambahan bagi Bursa Indonesia untuk menguat terbatas dalam perdagangan akhir pekan ini,” ujarnya.
Selain itu juga ditopang adanya ekspektasi perubahan dana dari tabungan atau deposito masuk ke bursa saham dan penguatan Dow Jones selama tiga sesi berturut-turut.
“Indeks diperkirakan akan berada pada support-resistance 3.959-4.008,” terangnya.
Untuk saham-saham yang layak dikoleksi antara lain PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Astra International Tbk (ASII), PT Alam Sutera Realty (ASRI), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).











