IMQ, Jakarta —
Saham-saham di Wall Street menguat, Kamis (9/2), untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam tiga sesi terakhir, dengan saham-saham sektor teknologi menjadi pendorong penguatan indeks.
Penguatan indeks itu terjadi di tengah keyakinan pasar terhadap kondisi ekonomi global menyusul kesepakatan yang terjadi di Yunani seputar langkah penghematan anggaran sebagai syarat untuk mendapatkan dana talangan baru agar terhindar dari kondisi default.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 6,51 poin menjadi 12.896,89.
Untuk indeks S&P 500 menguat 1,99 poin menjadi 1.351,95, sementara indeks Nasdaq Composite naik 11,37 menjadi 2.927,23.
Sementara itu, minyak mentah berjangka ditutup menguat Kamis (9/2), sekaligus melanjutkan penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini dipacu oleh kesepakatan di Yunani terkait langkah penghematan anggaran dan turunnya klaim tunjangan pengangguran di AS, yang meningkatkan prospek permintaan minyak.
Untuk kontrak pengiriman Maret, minyak mentah menguat US$1,13, atau 1,1%, menjadi US$99,84 per barel di New York Mercantile Exchange.
Ini merupakan level penutupan tertinggi sejak 19 Januari. Sementara melemahnya dolar AS sebagai imbas dari menguatnya euro yang merespons positif kesepakatan di Yunani, juga turut mendorong kenaikan harga minyak.
Indeks dolar AS turun menjadi 78,561, dari posisi sebelumnya 78,589.
Sebelumnya, emas berjangka menutup perdagangan Kamis (9/2) dengan menguat sebesar 0,6% setelah para pemimpin politik Yunani menyepakati usulan pemerintah terkait dengan langkah penghematan anggaran. Kesepakatan di Yunani itu mendongkrak euro dan menekan dolar AS.
Selain itu, penguatan harga emas juga dipengaruhi oleh keputusan beberapa bank sentral di Eropa untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran kebijakan meneter.
Emas untuk pengiriman April naik US$9,90 menjadi US$1.741,20 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.
Emas sempat melonjak hingga US$1.755,50 permons, namun kemudian kehilangan tenaga di akhir-akhir perdagangan. Sementara sehari sebelumnya emas melorot 1%.
Untuk perak pengiriman Maret menguat 21 sen, atau 0,6%, menjadi US$33,92 per ons dan tembaga untuk kontrak Maret naik 7 sen, atau 1,8%, menjadi US$3,98 per pons.
Platinum untuk kontrak April melemah 50 sen menjadi US$1.667,60 per ons, begitu juga dengan palladium yang berada di level US$711,30 per ons, atau turun US$4,60.











