IMQ, Jakarta —
Emas berjangka menutup perdagangan Kamis (9/2) dengan menguat sebesar 0,6% setelah para pemimpin politik Yunani menyepakati usulan pemerintah terkait dengan langkah penghematan anggaran. Kesepakatan di Yunani itu mendongkrak euro dan menekan dolar AS.
Selain itu, penguatan harga emas juga dipengaruhi oleh keputusan beberapa bank sentral di Eeopa untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran kebijakan meneter.
Emas untuk pengiriman April naik US$9,90 menjadi US$1.741,20 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange.
Emas sempat melonjak hingga US$1.755,50 permons, namun kemudian kehilangan tenaga di akhir-akhir perdagangan. Sementara sehari sebelumnya emas melorot 1%.
Sementara indeks dolar AS turun menjadi 78,561, dari posisi sebelumnya 78,589.
Untuk perak pengiriman Maret menguat 21 sen, atau 0,6%, menjadi US$33,92 per ons dan tembaga untuk kontrak Maret naik 7 sen, atau 1,8%, menjadi US$3,98 per pons.
Platinum untuk kontrak April melemah 50 sen menjadi US$1.667,60 per ons, begitu juga dengan palladium yang berada di level US$711,30 per ons, atau turun US$4,60.











