IMQ, Jakarta —
Aksi aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi pada saham sektor perbankan dan pertambangan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis (9/2) harus berada di zona merah.
"Saham-saham perbankan dan pertambangan mengalami koreksi yang cukup dalam," ujar salah seorang pelaku pasar ketika berbincang dengan IMQ di Jakarta.
Namun, laju pelemahan IHSG dapat sedikit tertahan berkat sentimen positif dalam negeri karena turunnya tingkat suku bunga acuan (BI Rate) menjadi sebesar 5,75%, yang ditunggu-tunggu investor, meski belum mampu membawa indeks ke zona positif.
Pada penutupan perdagangan Kamis (9/2), IHSG turun tipis 9,71 poin (0,24%) ke level 3.978,98, sedangkan indeks saham unggulan LQ 45 merosot 2,47 poin (0,35%) ke level 694,47.
Perdagangan sepanjang Kamis ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.626 kali pada volume 3.85 miliar lembar saham.
Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 92 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan (top gainers) antara lain PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke level Rp 56.700, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp300 ke level Rp 22.700 dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) naik Rp350 ke level Rp 12.450.
Sementara saham yang mengalami penurunan (top losers) antara lain PT Astra International Tbk (ASII) merosot Rp 1.900 menjadi Rp 72.950, PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok Rp 500 ke Rp37.800 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) merosot Rp300 ke level Rp29.050.











