IMQ, Jakarta —
Emas berjangka menguat dalam perdagangan elektronik di Asia, Kamis (9/2), yang merupakan gerak rebound dari pelemahan tipis dalam perdagangan reguler di AS semalam.
Penguatan kali ini dipacu oleh belum menentunya situasi di Eropa setelah para pemimpin politik di Yunani masih belum satu kata terkait dengan langkah penghematan anggaran untuk memenuhi syarat agar dapat menerima dana talangan tambahan.
Harga emas Comex untuk pengiriman April naik 0,6% menjadi US$1.741,10 per ons, berbalik arah dari penurunan US$17,10 per ons di New York.
Kenaikan harga emas ini terjadi setelah data ekonomi China menunjukkan harga konsumen (inflasi) melonjak melebihi ekspektasi sebesar 4,5% pada Januari, meski banyak analis yang melihat kenaikan ini bersifat sementara terkait dengan naiknya harga makanan menjelang libur tahun baru Imlek.











