IMQ, Jakarta —
Bertumbangannya saham-saham di bursa regional Asia, yang lebih disebabkan dirilisnya data inflasi China bulan Januari 2012, memberikan sentimen negatif pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I Kamis,(9/2).
"Sentimen eksternal tampaknya menjadi katalis yang mempengaruhi gerak indeks, di mana dikhawatirkan China menunda kebijakan moneternya" ujarnya Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang melalui pesan singkatnya.
Pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (9/2), IHSG melemah 33,49 poin (0,84%) ke level 3.955,20, sementara Indeks LQ45 merosot 6,90 poin (0,99%) ke level 690,04.
Perdagangan hingga sesi siang ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66,234 kali pada volume 1,701 miliar lembar saham.
Sebanyak 62 saham naik, sisanya 137 saham turun dan 78 saham tidak bergerak (stagnan).
Untuk saham-saham yang naik signifikan (top gainers) antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang naik Rp400 ke level Rp56.350, PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) menguat Rp350 ke level Rp7.400 dan PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp150 ke level Rp20.850.
Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan signifikan (top losers) antara lain PT Astra International Tbk (ASII) yang turun Rp2.400 menjadi Rp 72.450, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merosot Rp700 menjadi Rp40.600 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp550 ke Rp46.200.











