IMQ, Jakarta —
Bencana banjir di Thailand akhir tahun lalu yang berimbas pada terganggunya produksi sejumlah pabrikan otomotif serta menguatnya yen, ternyata tak terlalu berpengaruh terhadap kinerja keuangan Nissan.
Itu terlihat dari laporan keuangan kuartalan Nissan, bahwa laba kuartalan menguat 3,2% berkat kinerja penjualan yang apik. Dalam laporan keuangan yang dirilis Rabu (8/2) disebutkan selama Oktober-Desember 2011, Nissan mencetak laba sebesar 82,7 miliar yen, naik dari 80,1 miliar yen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah pabrikan Jepang lainnya yang juga memiliki pabrik di Thailand, yang mayoritas mencatat kerugian besar akibat terjangan banjir.
Pabrikan Jepang yang beraliansi dengan Renault SA ini berhasil menjual 1,2 juta kendaraan di seluruh dunia selama kuartal tersebut, atau naik sebesar 19,5% dibandingkan dengan periode yang sama 2010.
Untuk penjualan kuartalan melonjak 10,9% menjadi 2,331 triliun yen.
“Berbagai gangguan yang datang, seperti bencana banjir di Thailand dan menguatnya yen telah menantang kami,” kata President and Chief Executive Nissan, Carlos Ghosn.
“Nissan merespon kejadian tersebut dengan menciptakan produk-produk yang memiliki kekuatan di pasar," imbuhnya.
Itu terbukti dari menguatnya penjualan Nissan di seluruh kawasan yang dimasukinya, kecuali Jepang yang dihantam gempa dan tsunami, dengan penjualan di Amerika Utara naik 12%, menguat hampir 21% di Eropa dan melonjak 20% di China.
Dengan begitu, Nissan tetap mempertahankan proyeksi labanya untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2012 sebesar 290 miliar yen.











