IMQ, Jakarta —
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menerima 24 pilot dari sekolah penerbangan Bali International Flight Academy (BIFA) dalam memenuhi kebutuhan pilot seiring penambahan pesawat-pesawat baru.
Direktur Utama GIAA Emirsyah Satar menjelaskan kerjasama dengan BIFA ini sangat membantu pencapaian program ekspansi perseroan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan penerbang.
“Sejalan dengan program pengembangan armada yang dilakukan, Garuda juga melaksanakan program pengembangan awak pesawat untuk menjamin ketersediaan pilot-pilot yang berkualitas,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/2).
Pilot-pilot tersebut, lanjutnya, merupakan pilot Garuda angkatan kelima yang mendapatkan pendidikan di BIFA. Seluruh pilot ini telah siap bergabung dengan perseroan setelah menempuh waktu pendidikan serta pelatihan penerbangan selama 16 bulan untuk meraih sertifikasi Private Pilot Licence (PPL), Commercial Pilot License (CPL) dan Instrument Rating.
“Selanjutnya mereka akan mendapatkan pendidikan lanjutan selama enam bulan lagi untuk mendapatkan pendidikan 'typerating' agar qualified dalam menerbangkan jenis pesawat yang akan mereka terbangi nantinya,” tambah Emir.
Sementara Chairman BIFA Robby Djohan mengatakan kerjasama pelatihan para penerbangan dengan Garuda telah berjalan kurang lebih selama tiga tahun dan menghasilkan lebih dari 100 pilot.
“Ini merupakan bentuk dukungan BIFA kepada maskapai nasional dan kami bangga menjadi bagian dalam program transformasi Garuda Indonesia, khususnya dalam mendukung perseroan merealisasikan visinya melalui program 'Quantum Leap',” jelas Robby.











