IMQ, Jakarta —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (9/2) diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatan dan berpotensi kembali berada pada level di atas 4.000.
Analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto mengatakan secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak menguat di kisaran resistance 4.018.
“Pasar mengantisipasi perkembangan dari hasil negosiasi Yunani seputar penerimaan dana talangan dan restrukturisasi utang serta pengumuman BI rate. Selain itu, data inflasi China, yang akan memberikan gambaran tentang kebijakan makro China, dapat memberikan sentimen terhadap indeks,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/2).
Saham-saham yang dapat diperhatikan dalam perdagangan hari ini, menurutnya, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Indofood Sukses makmur Tbk (INDF), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Timah Tbk (TINS).
Hal senada diungkapkan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, yang menjelaskan bursa Indonesia masih "bertenaga" untuk melanjutkan penguatannya dan kembali berada di atas level 4.000.
“Ini khususnya didorong saham berbasis batubara dan penguatan rupiah yang berpotensi menuju Rp8.800,” ujarnya.
Selain itu, reboundnya saham-saham unggulan serta naiknya Indeks Dow Jones sebesar 5,75 poin pada perdagangan semalam, membuat Dow Jones naik mendekati level tertinggi selama 4 tahun terakhir atau telah naik 21% sejak awal Oktober 2011 atau meningkat 10% di atas level tertingginya pada Oktober 2007.
“Ini terbantu adanya paket 'Quantitative Easing' serta membaiknya data-data ekonomi,” jelasnya.
Untuk pergerakan indeks pada perdagangan Kamis ini, menurutnya, akan berada pada posisi support-resistance 3.963-4.016.











